Wajib Bersertifikasi Ketika Ingin Bersaing di Dunia Usaha Spa Wellness dengan Negara Lain
JEJAKVIRAL - Dalam rangka menuju persaingan era globalisasi setiap orang harus memiliki suatu keahlian dalam suatu bidang, salah satunya pariwisata spa wellness.
Keahlian ini harus didukung dengan kompetensi dan sertifikasi agar negara ini mampu bersaing dalam destinasi health tourism dengan negara lain.
"Kalau Anda punya keahlian, silakan sertifikasi keahlian Anda untuk bisa bersaing dalam meningkatkan daya saing atau pariwisata ataupun spa wellness itu sendiri," terang Rinto Taufik Simbolon Analis Kebijakan Ahli Madya dari Kementerian Pariwisata seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Senin (30/6/2025).
Menurutnya, kementerian pariwisata memang memfasilitasi melalui asosiasi dan lembaga sertifikasi profesi dalam mensertifikasi terapis-terapis spanya untuk maju, dapat mandiri dan mampu bersaing
"Ke depan bukan lagi kita ditanya dari UI atau dari ITB, tetapi Anda itu bisanya apa? Itulah pesan persaingan global ke depan," tandasnya.
Namun demikian, lanjutnya, sekarang ini ada saja orang yang banyak berpikir kadang kalanya dengan negatifnya.
"Tapi kita janganlah berpikir negatif. Kita harus mampu untuk apa membekali diri di dunia. Paling tidak, kita harus mampu satu aja bidang yang kita kuasai," ujarnya.
Rinto mencontohkan, bidang spa wellness. Dia memberikan support bahwa mereka yang bergelut di bidang ini harus mampu menguasai biar jadi yang the best di bidang spa wellness.
"Kita harus membekali diri kita. Tapi usahakan kita itu mampu dalam satu bidang dan mungkin kita nanti sertifikasi keahlian kita itu sendiri biar mampu bersaing dan memiliki sertifikat," ujarnya.
Rinto menjelaskan bahwa di Kementerian Pariwisata ada direktorat standardisasi dalam mengembangkan diri untuk meningkatkan level-levelnya.
"Saya percaya bahwa para pelaku yang bergerak di industrial spa wellness. mengetahui apa itu spa-spa tradisional yang ada di Indonesia. Rata-rata setiap daerah itu pasti ada spa wellnessnya. Dari siinilah kebijakan pembangunan destinasi wisata kesehatan di Indonesia," paparnya.