Menolak Punah, Jajanan Pasar Kini jadi Andalan Kafe dan Resto Moderen
JEJAKVIRAL - Siapa yang tak kenal dengan jajanan pasar? Semua orang pasti tau kalau camilan ringan khas tradisional itu masih ada dan banyak penggemarnya.
Umumnya jajanan pasar terdiri dari tiga jenis. Pertama jajanan pasar manis atau kue manis.
Misalnya, kue cucur, dasar gulung, onde-onde, lapis legit dan sejenis lainnya.
Kedua, jajanan pasar dengan rasa gurih dan asin. Di antaranya lemper, risol, arem-arem dan sebagainya.
Ketiga, jajanan pasar tekstur kenyal. Misalnya, klepon, cenil, lupis atau kue lapis dan lain-lain.
Nah, jajanan pasar tersebut hingga kini masih bertahan. Bahkan, jajanan pasar sudah lama menjadi budaya masyarakat setiap suku bangsa.
Di Jakarta misalnya, ada beberapa titik-titik pasar yang memang menjual khusus jajanan pasar.
Seperti di Pasar Senen atau Blok M. Hampir tiap subuh ratusan pedagang menjual jajanan pasar secara grosir kepada masyarakat untuk kembali dijual atau langsung dinikmati.
Ya, jajanan pasar bukan sekadar buat sarapan di pagi hari sebelum memulai beragam aktivitas.
Dikutip dari akun Instagram Penndeli pada Sabtu (6/6/2026), jajanan pasar menjadi warisan budaya Nusantara yang menyimpan sejarah panjang, nilai filosofis mendalam, serta daya adaptasi yang luar biasa di era modern.
Dinamakan jajanan pasar karena pada awalnya ragam kue tradisional ini memang berpusat dan diperjualbelikan di pasar-pasar tradisional.
Bahkan, jajanan pasar tetap eksis di tengah gempuran makanan instan, fast food, dan kuliner impor.
Kedigdayaan jajanan pasar lewat inovasi kuliner moderen masuk ke kafe dan resto bahkan jadi sajian hotel-hotel bintang lima.
Para pelaku UMKM dan industri kreatif kuliner melakukan modernisasi besar-besaran untuk memikat generasi muda:
Berkat teknik memasak modern dan penggunaan bahan premium, esensi rasa otentik dari rempah asli Indonesia tetap terjaga tanpa menghilangkan kesan kekinian.
Jajanan pasar kini naik kelas dari sekadar kudapan pasar menjadi sajian berkelas untuk rapat korporat, pesta pernikahan modern, hingga hantaran eksklusif.
Melestarikan jajanan pasar sama artinya dengan merawat identitas budaya bangsa.
Melalui adaptasi rasa, kemasan yang higienis, serta pemanfaatan media sosial, jajanan tradisional terbukti mampu bertahan melewati sekat zaman dan tetap menempati ruang khusus di hati masyarakat Indonesia.