Dengan Kearifan Lokal, Etnaprana Sedang Gencar-gencarnya Diperkenalkan ke Dunia
JEJAKVIRAL - Ketika sebuah negera mengangkat dan mempromosikan budaya aslinya, maka tidak hanya fashion, tradisi keseharian mereka, tapi juga perekonomiannya ikut naik.
Dengan demikian, masyarakat pun menjadi sejahtera.Contoh yang paling terlihat jelas adalah Korea Selatan. Saat ini banyak anak-anak muda terutama dari kalangan Gen Z dan Gen X yang mengidolakan budaya Korea.
Hal ini diungkapkan Deta Indriana, Assesor di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSPro) Tirtanirwana seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Rabu (9/4/2025).
Menurutnya, era globalisasi ini dapat menimbulkan perubahan pola hidup masyarakat yang lebih moderen.
"Akibatnya, masyarakat cenderung untuk memilih kebudayaan baru yang dinilai lebih praktis ketimbang budaya lokal," papar Deta.
Dikatakan Deta, faktor penyebab budaya lokal mudah dilupakan. Sebab kurangnya generasi penerus yang memiliki minat untuk belajar dan mewarisi kebudayaannya sendiri.
Nah, apa yang perlu kita lakukan dalam upaya menjaga dan melestarikan budaya lokal, terutama Etnaprana yang sedang gencar-gencarnya diperkenalkan melalui ajang tahunan Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF)?
Menurut Deta ada dua, pertama adalah culture experience. Kita harus memiliki pengalaman.
"Ketika Anda bergerak di bidang kesehatan tradisional dan spa, maka Anda harus mengetahui perawatan apa ya yang biasa dilakukan masyarakat. Misalnya Kusuk, Sumatera Utara, atau Batangeh Sumatera Barat, misalnya," jelas Deta.
Dengan demikian, kedua contoh di atas harus didalami ilmunya, budaya yang bisa masyarakat Sumatera Utara atau Sumbar lakukan.
Kedua, Culture Knowledge. Ketika kita melakukan usaha spa tradisional, pengetahuan tentang budaya suatu daerah sangat penting agar bisa mendalami pengetahuannya.
"Apalagi spa wellness ini kan ada aromaterapinya. Negara kita kaya akan bahan-bahan aromaterapi. Dan itu bisa kita angkat dengan membuat inspirasi-inspirasi yang akan dijadikan sebagai nilai tambah untuk industri kita sendiri," tandas Deta.