Meningkatkan Daya Saing SDM di Bidang Ethnowllness dengan Sertifikasi Profesi
JEJAKVIRAL - Dalam dunia pariwisata, Indonesia harus bersaing menghadapi meningkatkan Daya Saing SDM di Bidang Ethnowllness dengan Sertifikasi Profesi.
Untuk bisa bersaing dalam dunia usaha pariwisata, terutama spa wellness, Indonesia harus mampu menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang profesinya bersertifikasi.
Penegasan ini disampaikan Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata (LSP Pariwisata), Akhyaruddin Yusuf seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Selasa (15/4/2025).
Dikatakannya, benua terdekat sama kita di luar Australia yang sudah maju adalah beberapa negara di kawasan ASEAN. yang paling dekat lagi ada Singapura Malaysia dan Thailand.
"Jadi bagaimana kita mampu bersaing di antara itu. Di satu sisi saya sudah mengatakan, profesi adalah satu kesempatan besar diambil melalui pendidikan. Tapi kalau keahlian diambil berdasarkan minat," ungkap Akhyaruddin Yusuf.
Untuk bisa mencapai ke target yang diinginkan oleh anak bangsa ini ke depan dan kita bisa bersaing secara global, lanjutnya, suka tidak suka kita harus mengisi semua kapasitas yang ada pada SDM kita untuk membangun yang namanya profesi.
"Dan profesi ini harus memiliki sertifikasi profesi. Semua banyak lapangan profesi dan semua kita pasti memiliki profesi guru, profesi, pengacara, profesi sebagai dokter, profesi sebagai perawat dan kesehatan kebugaran dan lain sebagainya," jelasnya.
Akhyaruddin mengatakan, meski dirinya lama bekerja di kementerian pariwisata dan menggagas etnowellness cukup lama, banyak yang belum memahami makna etnowellness.
"Ini yang paling sulit sekali. Mereka selalu melihat ethnowellness kulitnya saja. Kulit ethnowellness itu pijit. Tapi dagingnya ethnowellness itu rempah-rempah, ramuan-ramuan tradisi yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit tanpa terpengaruh olah alat-alat kesehatan dunia," ujarnya.
Menurutnya, Indonesia dianugerahi alam baik pantai pegunungan maupun lembah dan lain sebagainya. Di Indonesia juga semua disediakan oleh yang Maha kuasa.
"Kalau kita ingin sehat. Melalui kegiatan yang saat ini dipopulerkan dengan istilah atau ETNA atau etnowellness Nusantara. Kebugaran kesehatan berdasarkan akar nenek moyang. Dari semua aspek. Baik makan minum, pakaian, desain rumah, pijat lulur dan lain sebagainya," paparnya.
Kemudian, sambungnya, kalau kita mau disiplin lagi, kita mampu bekerja sama untuk mengembangkan berbagai pihak. Tentunya bersama-sama orang lain. Jangan ego sendiri.
Untuk mengejar masalah ini, terang Akhyaruddin Yusuf, berdasarkan UU No 20 Tahun 2023 tentang pendidikan nasional. Pendidikan yang diambil berdasarkan profesi.
"Berbagai ahli, kedokteran, ahli pariwisata, pariwisata banyak jenisnya lagi. Untuk mendapatkan pengakuan secara utuh di luar profesi, kita wajib mensertifikasi diri kita dengan profesi.
Sementara Peraturan Pemerintah No 31 Tahun 2006 Tentang Pelatihan Kerja Nasional
Pemerintah juga mengeluarkan undang-undang No 22 tentang cipta kerja dikeluarkan juga Peraturan Pemerintah melalui PP No 24 Tahun 2003.