Skip to main content
x

Wisata Wellness Akan Terus Berkembang Mengikuti Kemajuan Teknologi, Transportasi dan Tourism

JEJAKVIRAL - Tercatat, saat ini ada kurang lebih 1,8 miliar orang melakukan perjalanan setiap tahunnya di seluruh dunia.

Sejak pandemi Covid-19, perjalanan orang di seluruh dunia mengalami penurunan. Tapi  sekarang naik lagi hingga  62% sudah pulih.

"Ini menjadi  satu hal yang sangat menggairahkan  untuk kita bisa berkecimpung di dalam bidang pariwisata. Bagaimana dengan  perkembangan wellness tourism?" buka Kepala Bidang Inbound dan  Domestic tour di DPP Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO), Heben Ezer di acara webinar bertema 'Mengemas Wellness Program Sebagai Daya Tarik Turis' yang digelar Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) pada Kamis (10/9/2025).

Dengan berkembangnya  desa-desa wisata, lanjut Heben,  ini juga merupakan satu peluang besar dalam memberdayakan masyarakat setempat dan keterlibatan dari warga lokal untuk mengembangkan  wellness tourism.

"Boleh juga mungkin kita syukuri  karena gara-gara Covid-19 beberapa tahun lalu,  kita sekarang lebih  memperhatikan  wellness dan tentang kesehatan kebugaran dan sebagainya.

Dan ternyata ini  juga menjadi hal-hal yang sangat diminati juga dalam kegiatan bidang pariwisata. Jadi kegiatan ini  sangat berkembang sekali di berbagai tempat," papar Heben.

Diungkapkan Heben bahwa tren wellness tourism itu terus naik di beberapa daerah. 

Bahkan setiap tahun itu naik dari 16 sampai 20% kenaikannya. Sebetulnya   ditangkap juga oleh  kementerian Pariwisata Indonesia jadi ada tiga flagship yang  tahun ini ditetapkan. 

"Insya Allah  ini sampai ke tahun 2026. 

Menurut Kementerian ada tiga, pertama  wellness, gastronomi dan ada marine atau kelautan. Antara wellness dengan gastronomi ini terkait banget  Dua-duanya jadi ini sangat  saling bisa  support.

Namun demikian,  di marine juga atau di kelautan  bisa diterapkan juga tentang wellness ini di kegiatan  kemaritiman..

Jadi, menurutnya, pemerintah saat ini ingin membuat pariwisata  itu naik kelas. 

"Ini salah satu yang kita perlu syukuri bahwa sekarang kita mulai membuat pariwisata lebih tinggi secara kualitas pelayanannya," kata Heben

Namun demikian, sambung Heben, untuk memulai kegiatan wellness Tourism ini, pertama kita perlu yakin dulu, apa benar pariwisata ini akan terus berkembang? Apakah benar orang akan terus melakukan perjalanan dan sebagainya.

Sektor pariwisata ini diyakini Heben akan terus berkembang karena  ada 3 T. Pertama Teknologi, Kedua Transportasi dan Tourism.

"3 T itu tidak akan berubah di dunia ini. Pertama adalah teknologi. Alhamdulillah saya dari kecil lihat TV berwarna segede lemari, sampai sekarang tv-nya tipis banget. Dulu telepon diengkol kita puter-puter sampai sekarang telepon di genggaman gitu," papar Heben menganalogikan kemajuan teknologi.

Menurutnya, perkembangan teknologi tak bisa dibendung. Dengan teknologi   membuat orang jadi lebih banyak mendapatkan informasi.

Dengan  banyaknya informasi sehingga pengetahuan mereka atau keingintahuan mereka juga akan meningkat.

T kedua  transportasi juga tidak akan terhentikan pengembangannya. Dari kendaraan yang hanya  buat 2 sampai 4 orang 10 orang dan sebagainya. 

"Tapi sekarang  untuk penerbangan profesional ada penerbangan pesawat yang berbadan lebar itu sudah bisa membuat kurang lebih 480-500 orang. Jadi semakin lama semakin besar nih kesempatan ini," ujarnya .

Karena kedua faktor ini berkembang, orang jadi mudah untuk melakukan perjalanan. Adanya informasi yang masuk membuat orang pengin tahu dan pengin mengalami  hal-hal yang mereka ketahui melalui berkembangnya teknologi.

"Jadi sejak itu pariwisata mulai mulai masuk tuh sehingga kita akan  selalu melihat bahwa 3 T ini itu akan terus berkembang," tandasnya.

 

 

Daerah