Skip to main content
x

Bagaimana Memposisikan Wellness Sebagai Well Being?

JEJAKVIRAL - Mengapa harus Wellness? Pertanyaan ini tentu saja menjadi sebuah keharusan yang perlu dijawab ketika orang  ingin hidup selalu sehat.

Wellness sejatinya merupakan produk asli Indonesia yang bertujuan untuk membuat orang agar selalu mendapatkan kesejahteraan dan kebahagiaan.

Memang tidak semua orang mengenal wellness dengan istilah yang hanya dikenal oleh komunitas atau asosiasi yang bergerak di bidangnya.

Keberhasilan untuk menjadi  wellness  karena kedekatan keluarga hingga keterlibatan aktif dalam komunitas.

 "Itu yang menjadi parameter penilaian. Jadi, mangan ora mangan sing penting ngumpul ya.  Tetap bahagia karena berkumpul dengan keluarga walaupun tidak makan, walaupun negara dikorupsi habis-habisan," ungkap pakar jamu dan herbal dari PDPOTJI dr Inggrid Tania dalam Forum Group Discussion II pada pekan lalu.

Nah, bagaimana kita membedakan dan memposisikan apa saja hal yang membuat wellness sebagai well being.

"Ini  sering dipakai istilah-istilah  seperti itu. Cuma kita sekarang pakai wellness walaupun menurut WHO mereka lebih sering pakai health and well being," jelasnya.

Dikatakan dr Inggrid, Wellness memang banyak dipakai dalam konsep mental health.

"Tapi  sebetulnya sama aja lah intinya banyak irisan-irisan walaupun secara yang paling lebih luas adalah well being," tambahnya.

Nah, bagaimana wellness ini menjadi bagian dari well being?

Ditegaskan dr Inggrid, yang terpenting adalah wellness sebuah upaya proaktif dari pengalaman manusia  untuk selalu sehat secara holistik. 

"Intinya itu sebenarnya," tegasnya.

 dr Inggrid mengisahkan  ketika dia memberikan course community herbalism and holistic nutrition kepada peserta dari Singapura dan Malaysia.

"Dalam kegiatan ini ada pendekatan namanya  salutogenic approach. Daripada kita bertanya apa yang membuat kita sakit? Bukankah lebih baik kalau kita bertanya apa yang membuat kita tetap sehat, tetap wellness, tetap well being," tambahnya.

Dijelaskan dr Inggrid, itulaj sebetulnya konsep dasar daripada wellness dan well being. 

Jadi, lanjutnya, bukan patogenik approach. Ketika kita berbicara tentang medical wellness maka sebetulnya kita menggunakan dua approach tersebut, campuran antara salutogenik approach dan patogenik approach.

" Artinya kita berupaya mencari apa-apa saja yang membuat kita tetap sehat dan berupaya juga  mendeteksi dini atau intervensi  apa-apa saja  saja yang membuat kita berisiko sakitnya," tandasnya.

 

 

Daerah