Skip to main content
x

Cegah Cidera Berulang di Bagian Siku dan Lutut, Fisioterapi Upaya Pemulihan Usai Olahraga Padel

JEJAKVIRAL - Peminat olahraga padel kian hari terus meningkat seiring menjamurnya tempat olahraga yang pertama kali dipopulerkan di Acapulco, Meksiko ini.

Padel menjadi tren ketika banyak orang ingin melakukan olahraga yang lebih ringan dari tennis.

Dengan model lapangan lebih kecil dan simpel, raket dan bola yang lebih ringan, membuat padel makin digemari.

Padel adalah olahraga yang sangat dinamis, melibatkan putaran cepat, gerakan berhenti-mendadak, dan ayunan yang kuat. 

Namun demikian, bukan berarti olahraga yang sejatinya sudah ada sejak tahun 1969 itu tidak berisiko pada cidera siku dan lutut.

Bisa jadi ketika awal-awal mengenal padel merasakan ada sensasi "tertarik", bisa ngilu atau tegang di bagian siku dan lutut.

Tanpa persiapan biomekanik yang tepat, sendi dan tendon Anda akhirnya menanggung beban stres ekstra!

Mengapa bagian siku dan lutut  rentan mengalami cidera saat berolahraga padel?

Dirangkum dari berbagai sumber, siku dan lutut memiliki struktur kompleks yang terdiri dari tulang, tulang rawan, ligamen, tendon, dan otot yang bekerja sama untuk menghasilkan mobilitas.

Cidera siku sering kali dipicu oleh gerakan berulang (repetitive strain injury).

Sementara cidera Lutut disebabkan bagian kaki ini lebih banyak menopang sebagian besar berat tubuh manusia. 

Masalah umum pada area ini meliputi robekan ligamen (seperti ACL atau Meniskus), ketegangan otot paha, hingga osteoarthritis (pengapuran sendi). 

Gejalanya biasanya berupa bengkak, kaku, dan penurunan drastis pada kemampuan berjalan

Untuk memahami mengapa bisa terjadi cidera terkait padel  dan cara mencegahnya sebelum semakin parah dengan melakukan upaya pemulihan.

Dikutip dari akun Instagram Etnaprana Wellness Clinic (EWC), salah satu metode yang paling efektif dan terbukti secara medis adalah fisioterapi.

Fisioterapi bukan sekadar pijat biasa, melainkan pendekatan rehabilitasi medis yang terukur. 

Tujuan utamanya adalah mengurangi peradangan, mengembalikan rentang gerak alami sendi, meningkatkan kekuatan otot penopang, serta mencegah cidera berulang di masa depan.

Fisioterapi  tidak hanya meredakan nyeri tetapi juga mengoptimalkan rentang gerak Anda, memungkinkan pukulan yang lebih bertenaga tanpa risiko cidera lebih parah.

 

 

Daerah