Usaha Ternak Ikan Lele, Ini Hitungan Modal dan Keuntungannya
JEJAKVIRAL.COM - Ikan lele menjadi salah satu menu makanan yang banyak dikonsumsi orang Indonesia.
Selain dagingnya yang gurih dan lezat, ikan lele disantap lebih nikmat dengan menu lainnya.
Selain tempe, bisa juga tahu dan lalapan atau sayur-sayuran mentah. Lebih lengkap lagi bila makan dengan nasi dicampur sambal goreng, rasanya wuih.
Maka tak heran, dari hari ke hari permintaan ikan lele terus meningkat. Berton-ton ikan lele dibutuhkan setiap harinya.
Menurut seorang sumber petani ikan lele, untuk Jabodetabek saja, lebih kurang bisa 10 ton ikan lele dikonsumsi.
Baik dibuat untuk berdagang pecel lele, maupun untuk kebutuhan santapan harian sebuah keluarga.
Karena itu, bisnis ikan lele masih punya peluang. Kebutuhan pasar akan ikan ini dari hari ke hari terus meningkat.
Peluang untuk berternak ikan lele sangat terbuka. Namun ketika Anda mau terjun ke bisnis ini, perlu dipertimbangkan secara matang.
Mulai dari pembuatan kolam, bibit, air, PH air, pakan, probiotik, vitamin dan banyak lagi kebutuhan lainnya di luar itu.
Semakin besar modal, tentu saja keuntungannya akan lebih besar. Modal kecil dan seadanya pun bisa untung. Tergantung kesiapan modal Anda untuk memulai bisnis ini.
Dari beberapa pengalaman petani ikan, peternak ikan lele mudah-mudah gampang.
Yang perlu Anda perdalami adalah hitungan untung dan ruginya. Itu sih sudah pasti.
Untuk hitungannya gampang saja bagaimana meraup keuntungan dari berternak lele. Hitungan ini di luar modal kolam dan fasilitas yang ada.
Karena Anda bisa menggunakan kolam tanah, kolam beton atau pun kolam terpal. Masing-masing pinya hitungan tersendiri.
Biaya akan semakin meningkat ketika lahan yang digunakan bukan milik sendiri. Anda perlu menyewa lahan untuk membangun kolam-kolam tersebut.
Tentu saja biaya sewa akan membuat modal Anda bertambah, sementara keuntungan pasti berkurang.
Dari hitungan yang redaksi lakukan, modal untuk beternak ikan lele lebih berat di pakan. Karena harga pakan di pasaran bisa naik sewaktu-waktu.
Kita ambil sampel untuk 1000 bibit lele. Dengan menekan angka kematian tak lebih dari 30 persen, Anda akan mendapatkan untung lumayan.
Untuk 1000 ekor bibit lele, Anda membutuhkan kolam ukuran 1 x 3,5 meter dan ketinggian air 1 meter.
Dengan asumsi, 1 meter kubik air bisa menampung 300 sampai 400 ekor bibit lele hingga panen. Dengan ukuran 1 x 3,5 meter dan ketinggian air 1 meter, berarti terdapat 3,5 kubik air.
Dengan begitu bisa menampung 1000 hingga 1200 ekor bibit hingga besar. Dengan catatan, kematian, kanibal dan lele bantet alias susah besar tak kurang dari 30%.
Kalau lebih dari 30%, jangan harap Anda mendapatkan keuntungan. Karena dengan 1000 ekor ikan lele bila hidup semua, akan menghasilkan 1 kwintal ikan siap jual.
Pembelian 1000 ekor bibit lele Anda membutuhkan modal antara 200 hingga 300 rupiah. Tergantung di wilayah mana Anda tinggal dan bisa mendapatkan bibit lele dengan harga murah dan bibit bagus.
Pilih bibit berkualitas. Sehingga mengurangi risiko ikan bantet dan kematian. Kalau bisa membeli di balai perikanan resmi pemerintah terdekat.
Karena dengan membeli di tempat itu, bisa mendapatkan bibit berkualitas bagus. Atau bisa juga dengan orang terdekat yang kita kenal dan mengetahui mana bibit lele yang bagus mana yang tidak.
1000 ekor bibit lele hingga panen dibutuhkan sekitar 3,5 sak pakan. Harga pakan berkualitas dengan protein tinggi minimal 28 persen harganya antara 350 ribu hingga 400 ribu rupiah.
Dengan kebutuhan pakan hingga panen, Anda membutuhkan modal pakan rata-rata Rp 1.400.000.
Selain itu, lele harus disortir dalam dua minggu sekali. Karena bobot masing-masing ikan akan berbeda. Ikan lele yang agresif saat makan, akan lebih cepat besar.
Dikhawatirkan dengan lebih cepat besar, akan memakan temannya sendiri alias kanibal. Karena itu dibutuhkan sortir ikan.
Dengan begitu, penggantian air juga membutuhkan listrik. Kebutuhan air dan listrik dikira-kira Rp 50.000 sampai Rp 100.000 dalam sebulan.
Sementara bibit lele dari ukuran 10 cm hingga panen membutuhkan waktu 2,5 sampai 3 bulanan. Perkiraan kebutuhan untuk listrik dan air antara 150 ribu hingga 300 ribu rupiah.
Jadi total kebutuhan pembelian bibit, pakan, listrik dan air kurang lebih Rp.2000.000.
Jadi berapa keuntungan penjualan ikan lele. Bila harga pasar atau jual ke tengkulak, Anda akan untung tipis.
Dari survei pasar, tengkulak hanya menerima harga ikan lele antara Rp 21 ribu hingga Rp 22 ribu. Dengan jual ke tengkulak, berarti dari 1000 ekor lele Anda hanya mendapat keuntungan Rp 200 ribu.
Beda kalau dijual ecer atau ke pedagang di pasar. Tentu saja Anda bisa untung lebih besar.
Dengan demikian, untuk berternak lele dan menghasilkan keuntungan yang besar, selain butuh modal besar, juga butuh kolam yang lebih banyak tentunya.
Haikal