Skip to main content
x

Beberapa Pantangan Wanita Madura Bersuami dalam Menjaga Keharmonisan Keluarga

JEJAKVIRAL - Ada satu budaya nusantara yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Salah satunya budaya untuk menjaga keharmonisan keluarga.

Semua suku di Indonesia memiliki tradisi yang sama dalam menjaga keharmonisan keluarga.

"Jadi kalau kita lihat misalnya di Betawi. Betawi itu memperhatikan tradisi perawatan wanita dengan pijet pulen legitnya.  Kemudian di Manado ada namanya Bakera," papar trainer spa wellness Yoyoh Rohmah Tambera seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Selasa (18/3/2025).

Yoyoh menegaskan bahwa orang Indonesia itu sangat menghargai keharmonisan keluarga. 

"Bagaimana orang Indonesia itu menginginkan  keharmonisan rumah tangga terus terjaga," ujar Yoyoh.

Yoyoh memaparkan soal tradisi menjaga keharmonisan keluarga Madura dengan tradisi kesehatan So'oso dan Micet Madura.

"Kalau di Madura ada micet untuk perawatan kesehatan dan kecantikan wanita khusus yang bersuami," ujarnya.

Dalam kesehariannya, ada beberapa pantangan bagi wanita Madura yang sudah bersuami dalam perawatan organ kewanitaan.

Pertama adalah beberapa makanan yang tidak boleh dikonsumsi berlebihan, seperti ikan dorang, nanas, semangka, pepaya, pisang hijau, timun, Pete, trasi, rujak.

Kemudian juga ada perawatan dengan penambahan minyak wangi terutama Casablanca.

"Tradisi ini dilakukan setiap malam Jumat untuk organ perawatan kewanitaan," tambahnya.

Ditambah lagi dengan minum ramuan dari rempah-rempah selama haid. Jamu-jamuan itu terdiri dari sirih, kunyit, sinom, daun asam.

"Jamu itu harus diminum selama masa haid," tambah Yoyoh.

Selain itu, lanjutnya, yang harus dilakukan oleh wanita Madura adalah minum jamu.

Jamu yang harus dikonsumsi berupa solekarang, sondep untuk galian rapet yang dilakukan 1 kali selama seminggu.

 

 

Daerah