Skip to main content
x

Wisata Wellness Sebagai Praktik Transformatif dari Gaya Hidup Tak Berkualitas Menuju Berkualitas

JEJAKVIRAL -Pandemi Covid-19 yang telah berlalu beberapa tahun silam memang telah menyadarkan kita semua dan penduduk dunia akan pentingnya menjaga imunitas daya tahan dan kebugaran tubuh.

"Gaya hidup sehat menjadi trend bagian dari keseharian masyarakat dunia saat ini," ungkap Muhammad NB Hilman dari Kementerian Pariwisata  seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Minggu (25/5/2025).

Lebih lanjut dikatakan Muhammad NB Hilman, tidak sedikit pula orang yang menjadi sadar bahwa praktik ini merupakan salah satu upaya  transformatif dari kondisi tidak berkualitas atau un well menjadi suatu hidup yang berkualitas atau well being.

Menurutnya, Indonesia bisa dibilang memiliki potensi besar dalam aspek tumbuh-tumbuhan  menjadi obat.

Dari  40.000 tanaman obat di seluruh dunia mayoritas dapat ditemukan di Indonesia dengan 1600 jenis tanaman obat yang berpotensi sebagai produk ramuan.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian tahun 2020 terdapat penjualan jamu di dalam negeri mencapai Rp 20 triliun dan penjualan ke luar negeri mencapai Rp 16 triliun.

Hal ini berkontribusi dalam konsumsi herbal di dunia. Indonesia jug menempati posisi ke 19 dengan menyumbang nilai ekonomi global wellness sebesar 36.40 miliar dollar Amerika.

"Indonesia  menjadi destinasi spa yang menduduki peringkat 17 dunia dengan top market pendapatan spa mencapai 1 miliar Dollar Amerika," ungkap Muhammad NB Hilman.

Kondisi ini menjadi peluang dan momentum  untuk  mendorong  pariwisata yang berkualitas ataupun wellness tourism .

Dan wisata wellness  diharapkan menjadi salah satu terobosan untuk berkontribusi secara nyata dalam produk pariwisata berkualitas .

Wisata wellness berdasarkan Global Wellness Institut dijelaskan sebagai  perjalanan yang terkait dengan menjaga atau meningkatkan kondisi terbaik diri seseorang," tambahnya.

"Kalau sekarang para milenial menyebutnya sebagai wisata healing," ujarnya.. 

Dalam  implementasinya, sambung Muhammad NB Hilman, produk wisatawan tidak hanya berdiri sendiri  tapi juga beririsan dengan produk wisata lain.

Seperti wisata budaya, kuliner yang sehat tentunya, ekowisata, wisata medis dan lain sebagainya.

"Dengan potensi tersebut membuat wisata wellness mempunyai pilihan produk yang sangat beragam untuk menyesuaikan dengan berbagai macam kebutuhan dan minat dari wisatawan," tandasnya.

 

 

Daerah