Tingkatkan Kualitas SDM di Bidang Pariwisata Melalui Sertifikasi Profesi
JEJAKVIRAL - Para pelaku industri pariwisata tidak hanya harus bisa meningkatkan kualitas industrinya, tapi juga kualitas SDM pariwisatanya.
Dengan demikian, ketika bicara kualitas industri pariwisata itu harus diiringi dengan standar SDM pariwisatanya.
Ketika bicara kualitas SDM pariwisata berarti bicara profesi.Jadi secara profesi harus dengan pendidikan dan pelatihan.
"Nah itu kita tingkatkan melalui kualitas SDM pariwisata melalui sertifikasi. Dan sertifikasi ini menjadi investasi bagi sebuah pengusaha yang bergerak di bidang pariwisata," terang Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata (LSP Pariwisata), Akhyaruddin Yusuf seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Sabtu (9/8/2025).
Jadi, lanjutnya, dalam pengembangan industri pariwisata, ada dua aspek yang penting yaitu orangnya atau manusianya dan industrinya.
"Kalau kita bicara di kualitas industrinya kita bicara terkait dengan beberapa referensi yang harus kita perhatikan dalam rangka meningkatkan kualitas industri pariwisata," paparnya.
Akhyarudin Yusuf menegaskan hal ini diatur melalui undang-undang nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan, PP nomor 5 tahun 2001 tentang penyelenggaraan perhimpunan perusahaan berisiko dan beberapa peraturan lainnya.
Sekarang ini, menurutnya, memang ada sedikit perubahan. Pengelompokan kualifikasi perusahaan itu semuanya itu harus berbasis resiko.
"Nah perizinan berpusat berbasis resiko itu bertujuan untuk meningkatkan ekosistem investasi," ujarnya.
Peluang Indonesia untuk meningkatkan daya saing pariwisata, lanjut Akhyarudin, sangat terbuka.
Apalagi, Indonesia diapit oleh dua benua, yakni Australia dan Asia.
Dengan target besar Indonesia Emas di tahun 20245, di tahun 2030 kita sudah mampu mendekatkan diri ke pergaulan dunia.
Di kedua benua tersebut memang benua terdekat negara terdekat sama kita di luar Australia yang sudah maju. Sementara beberapa negara di kawasan ASEAN yang paling dekat lagi ada Singapura, Malaysia dan Thailand.
"Bagaimana kita mampu bersaing di antara benua itu. Di satu sisi saya sudah mengatakan profesi adalah satu kesempatan besar," tambahnya.
Menurutnya , profesi diambil melalui pendidikan tapi kalau keahlian diambil berdasarkan minat.
Untuk bisa mencapai ke target yang diinginkan oleh anak bangsa ini ke depan, pihaknya mengajak para SDM di bidang pariwisata untuk bisa bersaing secara global.
"Suka atau tidak suka kita harus mengisi semua kapasitas yang ada di diri kita untuk membangun yang namanya profesi dan profesi ini harus kita sertifikasi," tandasnya.