Teknik Simplisia Asal Muasal Ekstraksi dari Tanaman Obat Menjadi Teh
JEJAKVIRAL - Di beberapa negara ada tradisi minum teh. Tradisi ini dianggap kegiatan yang rutin dan biasanya dilakukan pada pagi hari.
Tak hanya berlaku bagi masyarakat Jepang dan China, minum teh menjadi salah satu budaya nusantara yang sudah ada sejak jaman dahulu kala.
Ya, teh sangat berkhasiat untuk kesehatan dan menjaga imun tubuh.
Teh asli Indonesia juga tak kalah khasiatnya dengan kedua negara tersebut.
Tradisi minuman teh bukan hanya sekedar buat segar, enak dan nikmat diminum waktu santai.
"Minum teh memiliki banyak manfaat kesehatan dan sudah dibuktikan melalui suatu teknik-teknik penelitian walaupun masih terbatas di satu layanan tertentu," papar dr Richard SN Siahaan dari Asosiasi Dokter Wellness Indonesia (ADEWI) seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Kamis (5/8/2025).
Sebenarnya apa teh itu?
dr Richard menjelaskan bahwa teh merupakan suatu bahan yang sebenarnya mengekstraksi dari tanaman obat untuk dikonsumsi.
Dikatakan dr Richard, untuk mendapatkan teh melalui teknik yang biasa dibilang sebagai simplisia dengan teknik-teknik ekstraksi air.
"Ini biasa kita lakukan dalam minuman yang direbus atau bisa saja di diseduh," ungkapnya.
Simplisia itu sendiri, lanjutnya, adalah bahan yang belum diolah dari tanaman.
"Dari tanaman obat yang sudah kelola dari pensortiran, pencucian, sampai dikeringkan nah itulah yang disebut sebagai simplisia," katanya.
Jadi, tegas dr Richard, simplisia itu bahan yang belum jadi apa-apa.
"Ini baru dibuat suatu minuman atau teh-tehan. Masih dalam bentuk wujud aslinya atau belum ada perubahan bentuk dari simplisia," terangnya.
Secara praktis, simplisia itu bahan alami yang digunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun.
Ada berapa jenis simplisia yang bisa kita gunakan. Pertama simplisia nabati.
Simplisia nabati berupa tanaman utuh, bagian tanaman, eksudat tanaman atau gabungan di antara ketiganya.
"Eksudat Tanaman adalah isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman atau dengan cara tertentu dengan sengaja dikeluarkan dari selnya," ungkapnya.
Eksudat ini bisa berupa zat-zat atau bahan-bahan nabati lainnya dengan cara tertentu dipisahkan atau diisolasi dari tanamannya.
Kedua, simplisia hewani. Simplisia ini diekstrak dari hewan. Bisa dari cangkangnya atau dari hewan itu sendiri yang kemudian diekstrak yang dijadikan sebagai suatu bahan yang dipakai untuk kesehatan.
"Contohnya ikan dan madu. Itu termasuk simplisia yang kita ambil dari hewan," tambahnya.
Ketiga, simplisia pelikan atau mineral. Biasanya dalam bentuk pelikan atau mineral yang belum diolah atau telah diolah dengan cara sederhana dalam bentuk berupa bahan kimia murni.
Seperti serbuk zinc atau tembaga
atau seperti semula jadi kita ambil dari alam kemudian kita ekstrak dan kita dapatkan misalnya zinc atau tembaga. Tapi ingat bukan dalam pengertian tembaga besi.
Namun demikian, simplisia ini mengelolanya perlu perlakuan khusus.
"Cuma kalau untuk teh-tehannya yang enggak pernah dilakukan pakai menggunakan simplisia seperti ini. Tapi kita menggunakan simplisia nabati yang kita biasa pakai untuk sehari-hari," tandasnya.