Rutin Membuat dan Mengonsumsi Ramuan Tradisional Dijamin Sehat Lahir dan Bathin
JEJAKVIRAL -Orang kadang suka pura-pura, bahkan meremehkan tentang kesehatan diri sendiri, padahal itu penting untuk hidup mereka ke depannya.
Ketika di masa tua, bisa juga saat masih muda, sudah tidak sehat, gulungan duit yang bergunung-gunung itu juga enggak ada manfaatnya.
Padahal, untuk menjadi selalu sehat tidak semahal ketika sudah dirawat di rumah sakit.
Hanya dengan memanfaatkan lingkungan sosial dan budaya, membuat ramuan-ramuan tradisional secara rutin, orang akan selalu dijamin sehatnya.
"Jadi yang kita bicarakan ini memang terkait dengan undang-undang Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017," papar Budayawan Betawi, Dr Yahya Andi Saputra seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Selasa (28/10/2025).
Menurutnya, kesehatan tradisional itu mengandung teknologi.
"Ada teknologi tradisional, ada pengetahuan tradisional, adat istiadat, seni, olahraga termasuk juga permainan rakyat tradisional," kata Andi Yahya.
Secara undang-undang, menurutnya, Pemajuan kebudayaan oleh pemerintah itu penting.
"Sebab dikuatirkan bahwa sirih, bawang, rempah-rempah akan hilang pengetahuannya dari anak-anak generasi Alfa," ujarnya.
Termasuk juga pengetahuan tentang Kembang Teleng bakalan hilang.
"Itu cerita tentang kembang Teleng yang oleh anak-anak zaman sekarang dilupakan.
Maka, menurut Dr Andi Yahya, pemerintah sangat khawatir hilangnya tradisi-tradisi kesehatan, apalagi nanti di dalamnya jika dikaitkan dengan ritus, dengan ritual akan lenyap.
Bagaimanapun juga, lanjutnya, ritual itu di dalamnya mengandung semua unsur yang ada di dalam undang-undang pemajuan kebudayaan.
"Dikatakan bahwa ada ekosistem. Jadi kalau ekosistem ini rusak maka otomatis kekhawatiran kita khususnya pemerintah yang mengeluarkan undang-undang nomor 5 tahun 2017 itu tentang pemajuan kebudayaan maka hilang begitu saja," bebernya.
Oleh karena itu, sambung Andi Yahya, undang-undang ini kemudian diterjemahkan oleh masing-masing provinsi atau daerah menjadi namanya Peraturan Pemajuan Kebudayaan Daerah (PPKD) di DKI Jakarta.
"Pemerintah DKI Jakarta sudah melakukan penyisiran tentang bagaimana nasib dari sirih, nasib bawang, nasib bambu, nasib dari macam-macam tanaman yang kita tanam di sini yang dimanfaatkan oleh orang dulu menjadi macam-macam obat," terangnya
Tak hanya itu, kata Andi Yahya, bagaimana pengetahuan tradisional itu juga termasuk cara menumbuk kencur kemudian dicampur dengan beras menjadi ramuan jamu untuk kesehatan.
Itu pengetahuan tradisional. Teknologi juga tradisional. Kenapa dikatakan teknologi? Karena untuk memasak sesuatu sehingga dia betul-betul menjadi asupan kesehatan yang disebut jamu itu teknologinya ada.
"Apinya harus berapa panas, harus berapa persen, harus berapa lembar daun salam yang dicampurinnya. Itu kan teknologi," tandasnya.