Skip to main content
x

Olah Pernapasan, Ini Manfaat Buat Atlet Lari dan Pencak Silat

JEJAKVIRAL - Wellness tak hanya terapi pijat atau aromaterapi saja, tapi tradisi kesehatan dan kebugaran tradisional ini terdapat juga pada olahraga pernapasan.

Salah satu olah pernapasan peninggalan dan warisan leluhur nusantara adalah Merpati Putih.

Olah pernapasan ini juga sangat bermanfaat pada olahragawan. Terutama  pelari, olahraga  angkat berat, sepakbola itu  termasuk juga meningkatkan stamina daripada beladiri pencak silat.

"Jadi kalau mereka (pesilat) itu harus  bermain dengan gaya tendangan ya kan yang sering maka kalau bisa menahan napas akan bagus. Tapi kalau tidak   bagus maka belum sampai satu ronde yaitu 3 menit tenaganya sudah drop sehingga dia  kalah di atas  pertandingan," papar Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Agasjtya Wisnu Wardana seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Senin (27/10/2025).

Nah, bagaimana cara agar napas kita menjadi bagus untuk berolahraga .

dr Agastja mengatakan,   cara mengatur nafas yang baik saat olahraga adalah dengan harus mengatur waktu untuk menarik dan membuang napas.

Ketika berolahraga, tubuh  menghirup nafas dan langsung buang dari mulut .

Karena kalau kita lihat kandungan CO2 dikeluarkan itu tidak sebanyak kalau  membuang lewat hidung 

Dengan demikian, lanjutnya, ketika kita menahan napas  sesuaikan dengan gerakan latihannya. 

Misalnya kalau kita olahraga lari berarti  lebih banyak menggunakan napas udara. Tapi kalau kita olahraga beladiri pencak silat atau karate yang paling baik adalah dengan pernapasan perut. Sebab  kita bisa menghemat nafas supaya  tenaga tidak cepat habis,"  paparnya

Apa manfaat olah pernapasan ini?

dr Agastja Wisnu mengatakan, sesuai  penelitian yang dilakukan saat salah satu institusi di luar negeri yang dirilis tanggal 26 Maret 2018 itu menyatakan bahwa olahraga pernapasan yang baik selain menjaga stress juga bisa buat meningkatkan kualitas tidur.

"Jadi orang-orang yang insomnia itu dianjurkan untuk latihan pernafasan yang baik. Sehingga kualitas tidurnya meningkat dan tidak tergantung dengan obat tidur. Karena obat tidur itu efek sampingnya  menyebabkan gangguan nafsu makan," jelasnya.

dr Agastja mengatakan bahwa obat tidur ini  tidak bagus. Karena itu dia menyarankan  membatasi  penggunaan obat  tidur.

"Dengan olah pernapasan, tidur akan lebih  berkualitas. Pikiran akan jauh lebih tenang dan ketika bangun badan  merasa seperti bertenaga," ujarnya.

Selain mengatasi insomnia, sambung dr Agastja, bisa mengurangi dengkur.

"Tapi kalau kualitas tidur kita jelek dan tidak bisa lelap maka  nafasnya juga enggak nyaman," tandasnya.

 

 

Daerah