Minta Dikuras, Warga Menteng Lapor Selokan Got Jalan Prof Moh Yamin Dipenuhi Sampah, Dekot Leonard ke Lokasi Tepok Jidat Melihat Akar Pohon Tembus Saluran
JEJAKVIRAL - Selokan got atau saluran air, Jalan Prof Moh Yamin Menteng Jakarta Pusat dipenuhi sampah sehingga saluran air tidak berfungsi alias mampet.
Warga Menteng RT 007/05 bersurat ke petugas Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Menteng, kelurahan dan juga ke Dewan Kota (Dekot) Kecamatan Menteng minta dibersihkan atau dikuras sehingga aliran air dapat berfungsi.
"Itu saluran nya tidak berfungsi karena banyak sampah, sudah lapor ke petugas SDA Kecamatan Menteng, kelurahan dan juga ke Dekot Kecamatan Menteng," ujar salah satu warga RT 007/05, Menteng.
Gayung bersambut, Dekot Kecamatan Menteng, Leonard Alamsjah langsung datang ke lokasi untuk melihat langsung keluhan laporan warga Menteng tentang saluran banyak sampah di sepanjang Jalan Prof. M. Yamin pada, Sabtu (8/11/2025) siang.
Ketika tiba di lokasi Leonard terkejut sambil tepok jidat karena saluran banyak sampah dan juga akar pohon besar Beringin Karet yang membuat berantakan dan menembus saluran.
"Kaget saya melihat saluran itu banyak sampah dan akar pohon hingga menembus ke saluran air. Dan di lapangan ada pekerjaan saluran yang dikerjakan pasukan biru SDA Kecamatan Menteng. Saya langsung kontak Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Sumber Daya Air Kecamatan Menteng Indrawan atau Cing Nawan," ucap Leonard.
Lanjutnya, diungkapkan Kasatpel Cing Nawan membenarkan saluran di sepanjang Jalan Prof Moh Yamin nomor: 12 dipenuhi sampah dan akar pohon besar sudah menjalar ke dalam saluran.
"Sudah lapor warga Menteng karena kondisi ini menyebabkan aliran air tersumbat dan rawan genangan. Dari SDA sudah berupaya membersihkan, namun hasilnya tidak maksimal karena akar-akar yang sangat besar menjadi rintangan dan sudah menembus konstruksi saluran U_ditch," kata Leonard menyampaikan keterangan Kasatpel tersebut.
Menurut Leonard, kondisi seperti ini sangat membahayakan, karena akar pohon akan terus memecah struktur U_ditch, selain itu, akan bermunculan aliran air tanah ekstrem di bawah permukaan. Seperti air mengalir tanpa arah yang jelas dengan membawa tanah halus menggerus pondasi jalan atau pagar rumah warga di sekitarnya. Dalam jangka panjang, bisa merusak pondasi, membuat jalan amblas, tembok pagar retak tanpa disadari.
"Seharusnya, karena persoalan ini sudah menyentuh aspek pohon dan trotoar, Suku Dinas (Sudin) Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) dan Bina Marga (BM) harus turun tangan bersama Kelurahan Menteng dan petugas SDA berembuk dan bergerak secara gotong royong untuk menyelesaikan secara tuntas," ungkap Leonard menurut sarannya.
Dilokasi yang sama, tidak berjauhan dari lokasi diterlihat pohon Beringin Karet besar terletak di perempatan, Jalan Lembang. Pohon sangat tinggi ini memerlukan perhatian serius dari semua dinas terkait yang berdekatan dengan rumah kediaman (Samsul Rizal). (*/ir) ***