Skip to main content
x

Menggali Ethnowllness Kusuk Batak dengan Kekayaan Geografis Alamnya

JEJAKVIRAL - Tercatat Indonesia memiliki kekayaan hayati sebanyak 35.000 jenis tumbuhan. Dan Indonesia menempati urutan keempat di dunia untuk tumbuhan daratnya atau floranya.

Rangking pertama ditempati oleh Brazil, lalu Colombia dan seterusnya.  

Jadi Indonesia menempati urutan ke-4 di dunia untuk jenis tanamannya. 

Sementara menempati urutan ketiga untuk jumlah faunanya setelah Kolombia dan Brazil.

"Dan kekayaan alam inilah yang dimanfaatkan oleh masyarakat suku Batak untuk melestarikan tradisi kusuk atau pijat," ungkap Yoyoh Rohmah Tambera seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Jumat (15/5/2025).

Dikatakan Yoyoh, data tersebut ditulis oleh  Joko, dosen dari UGM pada tahun 2012. 

"Jadi tidak mengecap begitu saja ya. Ini adalah sesuatu yang sudah ada jurnalnya bahwa Indonesia itu segitu hebatnya," papar 

Kekayaan flora dan fauna Indonesia inilah, lanjut Yoyoh,  dimanfaatkan oleh para masyarakat berbagai suku bangsa Nusantara.

"Jadi menurut adat istiadat setempat dimanfaatkan zaman dahulu kan belum banyak dokter belum tergali dokter. Tapi itu merupakan salah satu alternatif untuk kesehatan. Nah karena kita bicara spa tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhannya," tandasnya. 

Kalau kita bicara tentang masyarakat Batak,  mereka berdomisili di Sumatera Utara dan bagian di Nanggroe Aceh Darussalam.

 "Jadi melebar  ke arah Nangroe Aceh Darussalam yaitu ada Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Sibolga, Dairi, Simalungun," tambahnya.

Selain itu,   secara geografis alamnya mendukung tradisi kesehatan suku Batak.

"Jadi begitu luasnya sehingga pengobatan di Batak bermacam-macam. Tidak hanya satu tetapi semua daerah itu ada garis merahnya," jelasnya.

Yoyoh menambahkan,  untuk diketahui bersama bahwa yang menggali etnowellness Batak adalah Profesor Rusmin Tumanggor.

 "Beliaulah  mengumpulkan berbagai macam dukun dari berbagai macam daerah.  Dan dukun-dukun tersebut atau tabib-tabib tersebut itu mempunyai ramuannya sendiri-sendiri. Jadi memang ramuannya berbeda-beda," tandasnya.