Skip to main content
x

Jenis-jenis Minyak Atsiri Lokal dan Impor Sebagai Bahan Aromaterapi

JEJAKVIRAL - Aromaterapi menjadi bagian dari praktik perawatan tubuh, kesehatan, kebugaran dan kecantikan.

Umumnya aromaterapi dikenal di berbagai tempat spa sebagai bagian dari praktik kebugaran.

Namun sejatinya, aromaterapi bisa dipakai secara umum dan dibuat sendiri sesuai selera dan kebutuhan.

Karena aromaterapi itu adalah art of blending aromaterapi. Aromaterapi bisa dikatakan sebagai   seni meracik aromaterapi.

"Kenapa kita bilang seni? Karena setiap orang bisa berbeda-beda dan bisa mengeksplore sesuai dengan keinginannya, sesuai dengan kebutuhannya, baik itu untuk pribadi maupun di tempat pelayanan spa wellness," papar Tim Perumus Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang wellness Ir Dian SS Maulana Said MM seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Selasa (25/3/2025).

Dikatakan Dian, aromaterapi ini  merupakan seni meracik pencampuran minyak atsiri pada perawatan spa.

Pencampuran ini dapat digunakan dengan cara melalui dihirup atau inhalasi, diteteskan pada tubuh, digunakan dengan pemanas atau diffuser.

"Untuk  minyak pijat diteteskan pada bak berendam tubuh dan kaki, ditambahkan pada perawatan tubuh dan wajah. Bisa juga dicampurkan ke dalam air hangat untuk dikompres dengan handuk lembab pada tubuh," papar Dian.

Sebenarnya seni meracik aromaterapi atau art of blending aromaterapi ini lebih enak dilakukan secara offline.

"Karena kita bisa langsung mencoba dan setiap peserta bisa mengeksplorasi sesuai dengan kebutuhannya," jelas Dian.

"Pasti dari kita sudah tidak asing lagi ya untuk aromaterapi yaitu adalah terapi menggunakan aroma yang dapat dilakukan melalui kulit ataupun penciuman," tambahnya.

Selanjutnya, jelas Dian, ada minyak atsiri. Kalau bicara aromaterapi pasti tidak terlepas dari minyak atsiri dan juga minyak pembawanya atau carrier oilnya.

Menurutnya, minyak atsiri adalah ekstrak pekat dari bagian  tanaman atau tumbuhan yang diperoleh melalui satu proses.

Bagian tumbuhan yang diekstrak dapat berupa akar, daun, batang, bunga, kulit buah, biji dan rimpang.

"Kesemua bahan itu  mengandung beberapa senyawa yang berpotensi untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran," ujar Dian

Jenis minyak atsiri khas Indonesia antara lain dan yang sudah banyak ketahui adalah kayu cendana, nilam, kenanga, pala, kayu manis, akar wangi, cengkeh, melati, adas, jahe, sereh dan minyak kayu putih.

"Adapun minyak atsiri negara lain yang secara umum kita kenal ini sebagian saja, karena banyak sekali ya jenis dari aromaterapi baik di Indonesia ataupun dari negara lain," ujarnya 

Umumnya, lanjut Dian, minyak Atsiri impor adalah lavender, chamomile, bergamot, geranium,  rosemary dan eucalyptus.

Dalam membuat aromaterapi, lanjut Dian, tak hanya memanfaatkan minyak atsiri saja, tapi juga ada minyak pembawanya.

Minyak pembawa atau minyak dasar adalah minyak yang digunakan sebagai pengencer minyak atsiri.

Minyak pembawa itu, terang Dian,  meliputi  minyak jojoba,  minyak zaitun  (olive oil), minyak kelapa (coconut oil), minyak jagung (count oil), minyak kedelai atau soya oil, minyak biji bunga matahari (sun flower oil),  minyak kanola atau (Canola oil) dan juga minyak biji anggur atau grapshite.

 

 

Daerah