Skip to main content
x

Ini Beberapa Tempat Destinasi Wisata Wellness Tourism di Tanah Batak yang Menarik Dikunjungi

JEJAKVIRAL -Suku Batak terkenal dengan tradisi Etnaprana (Etna) atau spa ethnowellness yang memiliki potensi tinggi sebagai destinasi wisata kesehatan dan kebugaran.

Tradisi ini ada yang menyebut dengan Kusuk atau Oukup. Meski penyebutannya berbeda, namun tujuan dan praktiknya sama, yakni pemijatan.

Prof Dr Rusmin Tumanggor, Guru Besar Antropologi Kesehatan Budaya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Rabu (9/8/2025) menyebut sebagai  Kusuk  Batak atau Kusuk Massage As Tree of Spa Batak atau Pohon Spa Batak.

Menurutnya, Etnaprana asal  Sumatera Utara itu  meliputi Berastagi, Prapat, Danau Toba Samosir, Sipirok, Mandailing Natal, Sibolga, Tapanuli  Tengah termasuk Barus nol kilometer Peradaban Islam Nusantara.

"Jadi wilayah Batak itu ada karo, Dairi,  Simalungun, Batak Toba, Batak  Sibolga,  Pesisir, Tapanuli Tengah,  juga yaitu di Barus dan wilayah-wilayah lainnya," ujar Prof Rusmin Tumanggor.

Diungkapkan bahwa Tanah Batak ini  berbatasan langsung dengan Sumatera Barat dan juga  Aceh.

"Ke atas Batak ini adalah Medan, Tanjung Balai, Bagansiapiapi dan seterusnya," ujarnya.

Sebagai Etnaprana, spa Batak bisa Anda lihat di wilayah  Danau Toba ada Spink Batak. 

"Di sini terdapat makam orang Batak marga Sidabutar.  Tempat ini sudah ada sejak abad 9-10 M," terangnya.

Dengan demikian, para wisatawan bisa datang ke tempat ini untuk bisa menikmati spa Batak.

Selain itu, destinasi wisata lainnya yakni Pantai Sibolga di Tapanuli. 

"Mengapa disebut Tapanuli? Karena singkatan dari Tapian dan Nauli. Tapian itu  pantai, sementara Nauli itu indah," ungkapnya. 

Kawasan tersebut, sambungnya, berbatasan dengan Tapanuli Tengah, ada beberapa pulau yang bisa untuk wilayah destinasi dan juga ada spa-nya.

Destinasi wisata lainnya ada  Barus. Di atas bukit Sur dengan ketinggian 330 meter terdapat makam yang panjangnya 8 meter antara satu batu nisan dengan nisan yang lain.

Diperkirakan dulu abad ke-8 walaupun para arkeolog menyebutnya abad ke 13  menarik untuk didatangi.

Untuk mencapai bukit tersebut harus melalui 770 anak tangga.

Di Barus inilah    dinyatakan sebagai kilometer nol Peradaban Islam nusantara.

"Waktu itu saya bersama  Pak Jokowi, gubernur Sumut, para kiai dan pemuka agama lain, Akbar Tanjung, seperti pastor dan pendeta  yang mengakui bahwa Barus merupakan titik nol Peradaban Islam Nusantara," paparnya.

Tak hanya Islam, menurutnya, agama-agama besar lainnya seperti, Nasrani, dari Hindu, Yahudi dan cikal bakal agama Konghucu  berkembang di Barus. Ada mantra-mantranya.

"Jadi itulah makanya menarik untuk wisata dan di sini Kusuknya itu luar biasa," tandasnya.