Skip to main content
x

Ini Beberapa Kandungan Nutrisi dalam Terapi Wellness Infusion

JEJAKVIRAL - Wellness Infusion Pertama kali dikembangkan oleh dokter John Mayer seorang dokter dari Baltimore Amerika Serikat  pada tahun 1970-an.

Penelitian terhadap terapi cairan yang mengandung campuran vitamin mineral asam amino dan nutrisi lainnya diberikan dengan cara penyuntikan melalui aliran darah atau intravena ini dalam beberapa tahun belakangan   menjadi populer.

Wellness Infusion dalam pengobatan integratif dan terapi nutrisi intravena memiliki komponen nutrisi antara lain vitamin C, vitamin B kompleks, magnesium dan kalsium.

"Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, saat ini berbagai nutrisi lainnya juga telah ditambahkan dan diberikan secara intravena seperti antioksidan, asam amino, selenium dan yang terbaru adalah stem cell infusion," ungkap dr Vivien Anggraini praktisi Aesthetic Anti Aging dan Wellness dalam webinar Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) beberapa pekan lalu.

Dahulu, menurutnya, terapi ini lebih sering digunakan oleh para atlet untuk menambah stamina maupun mempercepat pemulihan pada cedera.

Tapi saat ini lebih banyak digunakan oleh individu untuk meningkatkan kesehatan secara menyeluruh.

Mengapa terapi  ini menjadi populer?

Menurut dr Vivien Anggraini, ada beberapa faktor.

Pertama karena ada tuntutan gaya hidup yang modern dimana kebutuhan untuk tetap produktif sehat dan bugar di tengah gaya hidup yang sibuk.

Kedua, hasilnya instan dan efek yang cepat dan terasa dalam waktu yang singkat bisa dirasakan.

 Ketiga adalah perhatian terhadap kesehatan holistik. Saat ini semakin banyak individu atau orang yang mencari cara alami dan efektif untuk menjaga kesehatan.

"Pada beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kadar nutrisi yang diberikan seperti glukosa vitamin C dan vitamin D serta asam amino menunjukkan tanda dalam plasma darah yang lebih tinggi pada pemberian internal atau intravena," jelasnya.

Kelebihan itu, lanjut dr Vivien Anggraini, dibandingkan dengan pemberian secara internal ataupun oral.

"Pemberian secara intravena memberikan penyerapan nutrisi yang cepat dan akurat. Nutrisi yang diberikan melalui aliran darah tanpa  proses pencernaan sehingga dapat langsung disalurkan ke sel-sel yang membutuhkan dan diserap lebih cepat," paparnya.

Terapi ini membawa saluran pencernaan nutrisi atau vitamin yang diberikan melalui infus tidak perlu dipecah di saluran cerna.

Sehingga hal ini dapat menghindari efek samping pencernaan yang mungkin terjadi pada pemberian oral.

Keempat, terapi ini penyerapannya ternyata lebih tinggi dengan metode infus sekitar 90% atau lebih.

Sebab, dosis nutrisi dapat diserap oleh tubuh. Sedangkan suplementasi secara oral hanya menyerap sekitar 50%. Karena pemberian secara oral sebagian besarnya hilang pada saat proses pencernaan. 

"Jadi dapat disimpulkan bahwa penyerapan nutrisinya lebih efektif pada metode infus dibandingkan pemberian suplementasi secara oral," tandasnya.

 

 

Daerah