Upaya Meningkatkan Daya Saing SDM di Bidang Spa Wellness dengan Negara Lain
JEJAKVIRAL - Industri spa wellness akan terus berkembang dan mendunia tergantung dari SDM yang dimiliki.
SDM dari spa wellness itu tak hanya memiliki keterampilan saja. Tapi juga kompetensi dan bersertifikasi agar bisa bersaing dengan SDM dari negara-negara lainnya.
"Bagaimana peran pemerintah dalam konteks kompetensi SDM kita di Indonesia berkaitan dengan spa wellness ini saya kira ini jadi tantangan ke depan," ujar Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Kunjung Nasehat seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Jumat (4/4/2025).
Kunjung menegaskan bahwa pemerintah sangat berperan terutama yang pendukung acara Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) mulai dari dokter sampai dengan teman-teman bergerak di bidang tourism.
"Saat ini banyak teman-teman profesi dari kedokteran teman-teman dari bidang tourism yang mendukung acara ini. Saya kira ini kesempatan bagi BNSP untuk menyampaikan apa yang harus dilakukan terkait dengan program-program di bidang spa wellness di Indonesia," papar Kunjung Nasehat.
Kunjung menjelaskan bahwa BNSP adalah lembaga non struktural yang didirikan oleh pemerintah berdasarkan undang-undang No 13 tahun 2003 yang berkaitan dengan sertifikasi profesi.
"Jadi walaupun pada waktu itu BNSP punya peran yang sangat penting tetapi awalnya belum ada pembentukan lembaga tersebut," kata Kunjung.
Ini tantangan kita depan tantangan kita ke depan tentang competitiveness, tentang daya saing saya. Bagaimana tingkat kompetitif, bagaimana daya saing tenaga kerja kita.
"Tapi kalau saya lihat di bidang spa wellnes ini sangat banyak sekali tantangan kita," ujar Kunjung.
Pasalnya, kalau bicara daya saing di mana-mana berkaitan dengan spa wellness, negara Thailand menjadi salah satu negara competitiveness Indonesia.
"Saya yakin betul apa yang dilakukan dengan teman-teman di bidang spa ini tentunya banyak berkiprah, baik domestik maupun internasional. Ini paling penting tantangan kita ke depan dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja kita di bidang wellness," paparnya..
Dengan demikian, Kunjung mengatakan bahwa pemerintah sudah mempunyai strategi pengembangan atau melibatkan industri berbagai bidang, terutama spa wellness.
"Kita lihat contoh saat ini, di bidang pendidikan misalnya, kita sudah mempunyai dua sistem dengan Perpres 68-nya itu dan tentunya kita meningkatkan kompetensi para guru dan lain-lain dalam melakukan vokasi," terang Kunjung Nasehat.
Ketiga, sambungnya, bagaimana lulusan itu diterima di di industri. Program itu lakukan pendidikan-pendidikan dengan perusahaan yang lain-lain.
Selain itu, yang paling penting teaching industry atau teaching factory. Bagaimana orang-orang yang bekerja itu punya keterampilan dia harus turun ke lapangan.
"Nah turun ke lapangan itu di industrinya bagaimana. Tentunya dilibatkan terutama industri di bidang spa wellness ini melibatkan langsung dan mereka tahu persis bagaimana tantangan ke depan dan kita harapkan semua pengembangan ini dilakukan oleh semua industri yang terkait. Jadi sangat penting melihat bagaimana peran kita dalam rangka untuk meningkatkan namanya keterlibatan daripada industri spa wellness," jelas Kunjung.