Komunitas Ethnowellness dengan Dukungan Sumber Daya Manusia dan Alam
JEJAKVIRAL -Pandemi Covid-19 sejak 2020-2023 lalu sempat memukul industri pariwisata, terutama di Bali hingga terpuruk dan mencapai titik nadir.
Meski begitu, bukan berarti dunia pariwisata, terutama di Bali diam begitu saja. Sejak berakhirnya pandemi Covid-19 Bali mulai bangkit.
Dalam perspektif Kamar Dagang dan Industri (KADIN), bagaimana pendidikan atau pelatihan yang efektif untuk pengembangan kegiatan industri sesuai dengan Perpres Tahun 2022. Di mana aturan dunia vokasi sudah dikeluarkan oleh presiden.
"Saya pengalaman dalam menggerakkan industri Indonesia dari berbagai industri. Mulai dari UMKM, sedang dan industri besar, global atau multinasional," papar Made Dana Tangkas seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Sabtu (24/5/2025)
"Kalau kita lihat berangkat dari dunia pendidikan saat ini kita masih sering berhadapan dengan kalimat yang disebut salam Srimulat," ujarnya.
Dijelaskan Made Dana, salam Srimulat itu tidak ketemu atau miss match antara Apa yang dibutuhkan dengan apa yang di diberikan di dunia pendidikan.
Sehingga belakangan ini dengan kampus merdeka sudah mulai kita lihat ada keterpaduan sehingga kita sebut tadi itu dengan salam Srimulat.
"Aing tuku ora teko, sing teko ora tuku barangkali begitu ya," ujar Made Dana.
Dalam komunitas ethnowellness tentunya bagaimana secara
etnik atau secara kewilayahan Indonesia, nusantara gitu dengan berbagai resources sumber daya alam, sumber daya manusia yang melimpah tentunya menjadi sebuah berkah.
Namun demikian, setelah pandemi Covid-19 yang hampir berjalan tiga tahun dunia pariwisata kita terpukul berat.
"Setelah itu Baku perlahan mulai tumbuh 5% 10% 20%," tambahnya.
Menurut Made Dana, situasi itu menjadi sebuah gambaran bagaimana kita harus juga cepat mempersiapkan supaya terjadi link and match sehingga matching dengan cepat dengan baik.
"Di KADIN kita ada program industri di bidang ketenagakerjaan itu ada ada pendidikan dan pelatihan. Kemudian ada sertifikasi juga penempatan atau magang, bekerja di perusahaan-perusahaan industri," tandas Made Dana.