Ini Alasan Aromaterapi jadi Satu Paket dalam Medical Massage
JEJAKVIRAL - Medical massage merupakan jenis pijat yang difokuskan untuk mengatasi masalah kesehatan tertentu, seperti nyeri kronis, cidera, atau kondisi medis lainnya.
Teknik pijat ini wajib dilakukan oleh terapis yang terlatih dan berpengalaman dalam bidang kesehatan.
Tak hanya itu, terapis di bidang medical massage juga harus memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai dengan bidangnya.
Dalam praktiknya, para terapis menggunakan berbagai teknik pijat dalam membantu mengurangi gejala-gejala gangguan kesehatan.
Dengan keterampilan yang mumpuni, para terapis dapat meningkatkan mobilitas tinggi dan mempercepat proses penyembuhan.
Medical massage sering digunakan sebagai terapi komplementer untuk membantu pengobatan medis konvensional.
Nah, satu yang menarik dari medical massage berbasis wellness ini banyak pilihannya.Sesuai dengan keinginan.
Hingga saat ini, sudah ada 15 ethnowellness nusantara yang sudah digali dan ditemukenali dan masuk dalam Sertifikasi Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Dalam setiap terapis medical massage, tak lepas dari aromaterapi. Karena aromaterapi menjadi satu kesatuan dari medical massage.
Pakar Aromaterapi, Dian SS Maulana Said seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Rabu (10/12/2025) mengungkapkan betapa pentingnya penggunaan aromaterapi dalam setiap terapi medical massage.
"Fungsinya (aromaterapi) bagus banget," papar Dian.
Namun demikian, Dia memberi catatan bahwa penggunaan dari aromaterapi yang merupakan ekstrak dari essential oil itu harus dengan dosis yang aman.
Misalnya dalam beberapa essential oil sebelum digunakan sebagai aromaterapi harus lebih dulu diencerkan dengan carrier oil.
Apalagi, kalau aromaterapi itu memang digunakan sebagai olesan untuk kulit.
"Karena tidak semua jenis essential oil bisa langsung pemakaian di kulit," ujarnya.
Dian mencontohkan beberapa essential oil yang yang aman untuk langsung ke kulit, di antaranya lavender.
"Sementara yang lainnya harus dengan bantuan pengenceran carrier oil atau best oil," tambahnya.
Dian juga mengingatkan bahwa efek dari essential oil ini bisa berbeda dari setiap orang.
"Kita tidak bisa bilang menurut kita ini sudah bagus tapi menurutnya ini itu bagus, belum tentu," paparnya.
Dalam kasus ini Dian menceritakan pernah ada kejadian kalau ibu sedang hamil itu tidak boleh terlalu banyak minum ginger alias jahe.
"Tapi pada kasus tertentu justru ibu yang sedang hamil muda waktu saya treatment pertama ternyata malah lebih sukanya jahe, makanan yang lain nggak mau," ungkapnya.
Kalau ada aroma ginger, lanjutnya , ibu hamil muda itu suka sekali
"Jadi tentu ini bertolak belakang yang dikatakan efek setiap orang akan berbeda. Itulah seninya aromaterapi," paparnya.
Namun demikian, Dian menegaskan bahwa aromaterapi tidak bisa menggantikan terapi medis
"Tapi bisa menjadi pendukung komplementer karena sesuatu yang berlebihan juga tidak baik. Semua harus sesuai dengan dosisnya," tandasnya.