Etnaprana, Konsep Kesehatan Wellness yang Berakar pada Budaya Nusantara
JEJAKVIRAL - Dalam menggali nilai-nilai tradisi budaya dan kesehatan yang telah diwariskan oleh nenek moyang dapat diintegrasikan dalam kehidupan modern sebagai bagian dari gaya hidup yang sehat dan seimbang
Ada kesehatan holistik yang kini menjadi tren global dan konsep wellness tourism yang mengangkat kearifan lokal sebagai bagian penting dalam industri pariwisata di Indonesia.
Etnaprana sebagai kekuatan budaya dalam praktik hidup sehat ternyata bisa dikemas ulang, bahkan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.
Tidak hanya untuk wisatawan sebagai wellness tourism tetapi juga untuk kita semua dalam menjaga keseimbangan fisik mental dan spiritual.
"Etnaprana ini juga yermasuk dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Siapa sih yang nggak ingin rumah tangganya harmonis? sehat lahir batin harmonis bahagia bersama keluarga," ungkap Koordinator Pendidikan Indonesia Wellness Master Association (IWMA) dr Wanarani Aries seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Sabtu (22/3/2025).
Dia mengatakan bagaimana memadupadankan filosofi dari zaman leluhur berupa Etnaprana dalam kehidupan modern.
"Jadi kita modern, tapi tetap kita bisa menjalankan kehidupan yang tidak melupakan akarnya. Kalau kita lihat masyarakat tradisional, masyarakat modern, maka di sini tradisional itu kita mendapatkan gambaran ketika dengan adat istiadat, kebiasaan," papar dokter spesialis rehab medis ini.
Menurutnya, di Indonesia banyak sekali adat istiadatnya. "Beda lagi di Betawi adat istiadat, beda lagi nanti di Jawa, beda lagi di Sumatera dan seterusnya. jadi adat istiadat Indonesia kaya raya dengan berbagai ragamnya, jelas dr Wanarani Aries.
Lebih lanjut dikatakan dr Wanarani Aries, kemudian modern itu apa?Ternyata kita mengadopsi nilai-nilai yang baru terukur ya dan sehingga lebih rasional.
"Diyakini ini membawa kemajuan dan kita terbuka menerima ide-ide baru. Di era sekarang kita sebut era yang sangat cepat berjalan atau disebut era Volunteer, uncertainty, kompleksi dan ambigu (VUKA)," jelasnya.
Karena itu, lanjut dokter dari Perhimpunan Asosiasi Osteoporosis Indonesia ini, kalau kita enggak mau terima ide baru ketinggalannya.
Namun demikian, sambungnya, bagaimana ide baru itu tetap berdasarkan dari leluhur kita.
"Secara teknologi kalau tradisional memang terbatas peralatannya, terbatas knowledgenya. Kalau di teknologi modern kita pakai teknologi yang canggih-canggih. Baik itu di kedokteran ataupun di dalam perawatan tubuh kita," ujar ya.
Menurutnya, banyak teknologi yang baru kita bisa dipakai. Copyright pula. Bahkan dalam pelayanan kesehatan juga begitu.
"Di dalam teknologi canggih dan moderen ini sudah mengenal vaksinasi, kita menggunakan antibiotik berbagai generasi sampai generasi terbaru dan juga kita pakai terapi sel (stem Cell) sekarang ini. Demikian pula perawatannya menjadi komprehensif dibandingkan tradisional," jelasnya.
Lebih lanjut dokter dari Asosiasi pengelola care giver Indonesia ini menegaskan bahwa gaya hidup itu gaya hidup yang healthy. Baik itu gaya hidup lifestyle seperti itu baik itu tradisional akarnya adalah gaya hidup sehat.
"Gaya hidup modern pun harus bergaya sehat. Namun mungkin temponya, speed-nya harus lebih cepat dan orang-orang sekarang tentu kita lebih efisiensi," tambahnya.
Ketika bicara etnaprana yang menggabungkan tradisi dan moderen, bila dilihat dari KBBI atau kamus Besar bahasa Indonesia, Etnaprana berasal etnis, bukan satu kelompok yang merupakan energi kehidupan.
"Jadi keseimbangan yang dijalani melalui ciri-ciri dari etna yang ada di berbagai wilayah di Indonesia. Kemudian menghasilkan kehidupan yang seimbang dengan adanya energi kehidupan. Etnaprana ini merupakan bagian dari konsep wellness atau bugar namun dia berakar pada budaya, pada tradisi, pada kekayaan alam Indonesia yang sudah turun-temurun," tandasnya.