Skip to main content
x

Dibidik Banyak Kasus di Kepolisian, Kubu PWI Odong-odong Tanpa SK Kemenkumham Kocar-kacir Pecah Kongsi

JEJAKVIRAL - Kubu PWI tanpa SK Kemenkumham yang dikomandoi ZS dikabarkan mulai kocar kacir dan pecah kongsi.

Pasalnya,  mereka berebut posisi Ketum PWI dalam wacana Kongres Persatuan.

Kongres persatuan yang dicanangkan oleh Komdigi dan Dewan Pers itu sendiri pun terancam tak jadi digelar.

Sejumlah kasus yang dilaporkan Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun dan jajaran pengurus lainnya mulai menemui titik terang dan  naik ke tingkat penyidikan.

Salah satu kasus yang sudah pasti naik ke tingkat penyidikan berjalan mulus di Polda Metro Jaya dan diduga bakal menjadikan ST dan N sebagai tersangka adalah laporan Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat Tatang Suherman.

Kenapa terjadi dugaan pecah kongsi di antara kubu ZS? 

Bisik-bisik tetangga, ternyata ZS  yang mantan wartawan di Riau itu gak disodorkan menjadi calon Ketua Umum PWI Pusat yang digadang-gadang melalui Kongres Persatuan.

ZS digosipin sudah menggelontorkan segudang duit  agar dirinya menjadi Ketua Umum PWI versi Kongres Persatuan yang belum jelas jadi atau tidaknya, terpaksa harus gigit jari.

Pasalnya "para senior" justru akan memajukan ASD sebagai calon Ketum PWI berhadapan dengan Hendry Ch Bangun di Kongres yang baru wacana tersebut.

Mengapa disebut juga Kongres Persatuan ini hanya wacana dan kemungkinan besar tidak akan terjadi?

Dari analisa penulis,  dengan tidak terbuktinya laporan tindak pidana korupsi dana sponsorahip BUMN yang dilaporkan kubu ZS di Direktorat Kamneg Polda Metro Jaya, semakin memperkuat posisi Hendry Ch Bangun sebagai Ketua Umum PWI Pusat.

"Nggak perlu lagi ada kongres-kongresan. Untuk apa, wong gak terbukti," sebut seorang nara sumber di kepengurusan PWI Pusat.

Menurut sumber tersebut, kalau memang Ketua Umum PWI Pusat secara PD/PRT menjadi tersangka, maka kongres digelar.

"Kalau memang gak terbukti, untuk apa kongres?" cetusnya lagi.

Seorang sumber di tubuh PWI Pusat membisikkan ke redaksi bahwa target ZS ngotot menjadi Ketum PWI Pusat lantaran sebagai "bargain position" dari bidikan laporan kasus korupsi di sebuah surat kabar dulu tempat ZS bekerja.

Sebut sumber itu lagi, laporan dua tahun lalu di Bareskrim Polri itu sudah berjalan dan membidik ZS sebagai tersangka korupsi.

Belum lagi, kasus-kasus laporan polisi lainnya yang dilakukan oleh sejumlah pengurus PWI Pusat ke sejumlah nama kelompok ZS hingga membuat kubu PWI odong-odong tanpa SK Kemenkumham itu kocar-kacir.

 

Daerah