Destinasi Wisata Desa Sumber Bulu, Hasil Kesamaan Frame dan Visi Antara Pemkab Karanganyar dan Pemerintah Pusat
JEJAKVIRAL - Desa Sumber Bulu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dan desa-desa di wilayah Ubud Bali menjadi ikon desa wisata sebagai destinasi health tourism.
Dan diharapkan, di tahun 2030, desa-desa yang menjadi pemenang sebagai desa wisata health tourism akan terus berkembang.
Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar tak menyangka bahwa Desa Sumber Bulu, salah satu desa binaannya menjadi pemenang sebagai desa wisata yang digadang-gadang menjadi salah satu destinasi health tourism di masa mendatang.
Menangnya Desa Sumberbulu memang menjadi pertanyaan banyak orang. Sebab, di desa itu tidak tersedia obyek wisata seperti air terjun, kolam renang, pegunungan, pemandian air panas dan sebagainya.
"Ya tentu memang tidak mudah untuk bisa mencerna kalau tidak mengalami gitu ya," ujar Kadispora Kabupaten Karanganyar periode 2020 seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Minggu (29/6/2025).
Namun demikian, lanjutnya, bila melihat sekilas, desa Sumber Bulu bisa menjadi pemenang sebagai desa wisata banyak benang merah yang bisa nyambung.
Pertama karena satu frame dan visi antara pemerintah pusat, kementerian Pariwisata dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar.
"Apa itu? Wisata untuk rakyat. Wisata bukan untuk wisata wisata. Wisata untuk rakyat. Jadi yang terpenting dalam kegiatan pariwisata itu yang diutamakan prioritasnya adalah masyarakat itu sendiri," paparnya.
Nah kemudian, dilihat dari kacamata mana?
Menurut Hari ada dua. Pertama keterlibatan dan value ekonomi.
"Tentu saja di balik itu harus ada koridor yang sustainable tidak mengganggu lingkungan dan seterusnya. Tetapi intinya adalah wisata untuk rakyat," tegasnya lagi.
Dikatakan Hari, wisata untuk rakyat itu berarti keterlibatan semaksimal mungkin masyarakat kemudian value apa yang diperoleh oleh masyarakat di sekitar itu.
"Itu yang terjadi di Desa Sumber Bulu. Bahkan destinasinya itu masyarakat itu sendiri. Bukan kolam renang ,bukan tempat pemancingan. Tapi soal fasilitas untuk pengunjung yang menikmati masuk desa di sana, menikmati kehidupan nyata masyarakat, yang menikmati suasana pedesaan yang asri, nyaman," paparnya.
Hari mengatakan bahwa Desa Sumber Bulu memang membutuhkan fasilitas penunjang sebagai destinasi wisata health tourism.
Menurutnya fasilitas sudah disiapkan secara bertahap. Sudah lumayan daya tampungnya, homestay-nya, kulinernya.
"Saya kira yang pokok itu transportasi mudah, akses jalan mudah dan mulus, lebar juga pedesaan. Jalannya 8 atau 10 meter itu jadi sangat leluasa untuk masuk ke desa itu," paparnya.
Ditambah dengan lingkungan yang nyaman dan bersih masyarakatnya yang justru jadi objek dan subjek destinasi wisata itu.
"Karena memang pengunjung desa Sumber Bulu akan merasakan kehidupan bersama masyarakat," tandasnya.