Bukti Sejarah Pemanfaatan Tanaman Herbal Sejak Jaman Leluhur di Candi-candi dan Prasasti
JEJAKVIRAL- Perlu kamu ketahui bahwa tanaman yang berada di sekitar rumah atau halaman, bisa bermanfaat untuk mencegah dan mengobati bermacam-macam penyakit.
Tanaman obat atau herbal ini juga bisa dibudidayakan secara mandiri di rumah yang memiliki lahan luas, juga bisa di lahan sempit.
Banyak tanaman obat yang bisa mengatasi diabetes melitus, asam urat dan berbagai macam penyakit dalam tubuh.
Sebagai upaya pencegahan pun tanaman obat atau herbal ini bisa dikonsumsi secara rutin.
Tak hanya untuk dewasa, tanaman obat juga bermanfaat sebagai penunjang kecerdasan dan tumbuh kembang anak karena mengandung antibiotik alami.
Karena itu, herbal ini bisa membuat imunitas tubuh kita kuat sehingga menjadi sehat. Sebagai upaya pencegahan, terhadap banyaknya virus dan bakteri yang bebas berterbangan di dalam kehidupan kita sehari-hari.
Andari Titisari, Penulis Buku Agrikultur seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Kamis (27/2/2025) memaparkan cara mudah menanam tanaman obat di pekarangan rumah dan berbagai jenisnya.
Dengan tuntunan Pembaca ahli buku ini dokter dan pegiat herbal dr Prapti Utami dan dr Paulus W Halim, Anggota Dewan Pakar Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia atau ASPETRI, Andari mengatakan kecintaannya pada herbal berangkat dari berbagai macam daya tarik flora Indonesia, mulai dari tanaman hias, tanaman hutan yang bisa digunakan untuk investasi seperti Jati dan sengon.
Kemudian, lanjutnya, ada juga tanaman buah, tanaman pangan dan terakhir tanaman obat.
"Nah tanaman obat ini juga sekarang berhubung masyarakat mulai sadar tentang kesehatan dan kembali ke alam, tanaman obat ini mulai digemari dan mulai dicari. Baik dalam bentuk persediaannya maupun dicari dalam bentuk tanamannya," paparnya.
Dikatakan Andari, tanaman obat ini bisa ditanam di lahan yang sempit. Seperti misalnya mereka yang tinggal di perkotaan enggak perlu pusing kalau misalnya menanam jahe hanya perlu ditanam di polybag, sambiloto bisa ditanam di pot
Dari bukti sejarahnya perjalanan herbal di nusantara itu banyak dimanfaatkan leluhur kita untuk mengatasi bermacam penyakit. Jadi sudah turun temurun tanaman obat ini menjadi bagian cara hidup sehat.
Pemanfaatan tanam herbal oleh para leluhur ini banyak banget digambarkan di candi-candi , prasasti dan kitab-kita.
Kemudian pemanfaatan herbal juga sudah turun temurun oleh masyarakat.
Dia juga menyinggung soal jamu yang memang bahannya dari tanaman herbal.
Jamu ini, menurutnya, merupakan produk asli Indonesia dan sudah tergolong obat herbal tradisional yang sudah diakui keberadaannya oleh BPOM.
Menurutnya, BPOM ini mengelompokkan jamu sebagai obat herbal tradisional beberapa jenis obat tradisional itu ada jamu.
"Ada juga obat herbal berstandar dan ada juga fitofarmaka. Kalau jamu itu diwariskan turun-temurun, diwariskan minimal 3 generasi kemudian terbukti aman dan terbukti secara empiris kalau obat herbal berstandar adalah bahan herbal atau jamu yang sudah teruji praktis," ungkap Andari.
Sedangkan fitofarmaka adalah herbal yang sudah teruji klinis jadi ada tiga macam klasifikasi obat tradisional itu sudah ada beberapa yang enggak perlu ragu lagi untuk mengkonsumsinya.
Kita punya daun salam, sambiloto, kunyit, jahe merah dan mengkudu. Bagi yang belum akrab dengan jenis tanamannya di sini saya berikan contoh tanaman buah mengkudu ada daun salam kemudian rimpang kunyit daun sambiloto dan rimpang jahe merah.
"Dalam dunia Farmasi pemanfaatan herbal itu juga sudah selaras dengan anjuran badan kesehatan dunia atau WHO sendiri telah merekomendasikan penggunaan obat tradisional untuk mencegah penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes kolesterol dan kanker," jelasnya.