Skip to main content
x

Branding Usaha Spa Wellness Agar Sukses, Trik ini yang Harus Dilakukan

JEJAKVIRAL- Bagaimana branding dalam mengembangkan usaha wellness dan spa di Indonesia, tak jauh berbeda dengan strategi marketing lainnya.

Apalagi, sekarang ini memang sudah makin besar perhatian pemerintah  kepada usaha wellness setelah   pandemi Covid-19 berlalu beberapa  tahun lalu.

Sehingga teman-teman dari industri wellnes, baik itu di industri spa maupun  pendukungnya seperti produk-produk kegiatan yang berkaitan dengan tradisi kesehatan dan kebugaran bisa  kembali bersemangat untuk bangkit dan tentu yang penting adalah brandingnya.

"Ketika kita bicara tentang manajemen pemasaran itu menjadi pertanyaan  kita membangun apa?  Jadi kalau kita melakukan yang namanya manajemen pemasaran, pertama   kita harus menentukan objektif. Objektif itu harus apa sih?" ujar Alexander Mamby Aruan, Program Director dari London School Academy Digital seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Senin (28/4/2025).

Menurutnya, ketika bicara manajemen pemasaran kita harus bisa melihat dari berbagai sisi, terutama ke dalam dari luar. 

Jadi kita menentukan dulu analisa kita, pasar kita tuh seperti apa, keberadaan kita  di mana. Kemudian dari situ kita baru bisa mengevaluasi peluang.  Tentukan seperti ke pemasaran kita dan baru menyusun program.

"Nah tapi yang biasanya suka lupa kadang-kadang kita sering menyusun program tanpa menentukan indikator keberhasilannya.  Inilah yang harus kita capai. Contoh kalau ketika kita berbicara tentang direct selling,  penjualan langsung, kita harus tentukan penjualan kita berapa," jelasnya.

Kalau kita menggunakan (QOL) Quality of Life" atau "kualitas hidup,  kita harus menghitung  berapa. 

Jadi kita sudah harus tahu ketika kita melakukan pemasaran ini apa yang harus kita dapatkan. Sehingga sebesar atau sekecil apapun biaya yang kita keluarkan dapat dipertanggungjawabkan.

Kemudian, perencanaan pemasaran itu apa? 

Mamby mengatakan, perencanaan pemasaran itu sebetulnya simpel. Kalau perencanaan berarti kita planning secara menyeluruh dan tentunya kalau kita bicara tentang perencanaan jangan lupa kita harus membuat panitia atau timnya siapa.

Karena kalau kita salah memilih tim  tidak sesuai dengan kompetensinya atau contoh mereka adalah orang sales tapi disuruh disuruh ngerjain orang Public Relation (PR).

"Ya otomatis mereka kayak dan nanti gimana ya pak. Jadi kita harus memilih tim yang tepat lihat kompetensi dari timnya sendiri. Nah dari situlah baru kita bisa meramu perencanaan yang baik.  Ketika menentukan target, sebetulnya kalau kita bicara sekarang promosi kita harus menyentuh tiga aspek," paparnya.

Pertama  adalah advertising untuk mencapai awarnes-nya. 

Kedua  public relation. Ini biasanya bentuknya adalah aktivitas grand launching.

"Semuanya berbentuk aktivitas. Jadi tujuan dari  PR itu adalah engagement,  keterikatan dengan market kita itu siapa," tambahnya.

Ketiga,  kita buat yang namanya marketing plan. Biasanya kalau orang pikir marketing plan hanya dari sisi promosinya saja. Padahal, promosi itu ada di advertising bukan di marketing.

Marketing itu sendiri, lanjutnya, isinya adalah sales promotion. Contohnya,  ketika lihat orang  jualan itu sering banget keluar  kata-kata sebelah-sebelas, dua belas dua belas, opening cell, closing cell, midnight cell, buy one get one. 

"Contohnya kalau saya datang 10 kali mendapatkan apa. Nah itu adalah program yang biasanya reward untuk mereka yang loyal dengan kita. Jadi marketing strategi itu harus mencapai 3 aspek tersebut," tandasnya.

 

Daerah