Skip to main content
x

Ubur-ubur Ikan Lele, Ini Dugaan Kaitan Tersangka Korupsi bjb dengan Petinggi Media Jabar, Le...

JEJAKVIRAL - Penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus Mark up atau penggelembungan harga iklan bank Jabar Banten (BJB) tampaknya tidak berhenti pada lima orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kelima orang tersebut  yakni,  Direktur Utama Yuddy Renaldi dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Kepala Divisi Corsec BJB Widi Hartoto (WH).

Sementara tiga tersangka lainnya  di antaranya  pengendali agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri Ikin Asikin Dulmanan, Pengendali Agensi BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress Suhendrik, dan pengendali Cipta Karya Sukses Bersama Sophan Jaya Kusuma.

Mengapa disebut penyelidikan kasus "cawe cawe dana haram" iklan bjb ini bakal terus diselidiki KPK?

Pasalnya, dalam beberapa hari ini komisi anti rasuah itu juga dikabarkan menggeledah kantor PT AMN yang diduga punya ikatan kepengurusan terhadap tersangka.

Penggeledahan kantor dan rumah milik pengurus PT AMN ini menjadi heboh di kalangan senior wartawan yang tergabung dalam organisasi kewartawanan tertua di Indonesia, PWI.

Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun pun langsung bergerak cepat dengan membekukan kepengurusan PWI Jawa Barat yang dipimpin Hilman Hidayat.

Kepada redaksi JEJAKVIRAL pada Sabtu (22/3/2025), Hilman Hidayat (HH) tak membantah adanya penggeledahan kantor dan rumahnya oleh penyidik Anti Rasuah itu.

Namun demikian, dia membantah isu yang beredar di tubuh PWI terkait penyitaan Rubicon dan deposito 70 miliar.

HH yang disebut dalam artikel sebelumnya adalah Hilman Hidayat. Dia  mempertanyakan balik terkait informasi heboh di tubuh PWI.

"Informasi ini dari mana? Mohon konfirmasi ke pihak berwenang. Kedua, saya tidak punya mobil Rubicon, saya tidak punya deposito 70 M. Terima kasih sudah konfirmasi," ujar HH.

Ketiga, lanjut HH, soal H sepengetahuannya, bukan anak dari Ikin Asikin. "Anaknya perempuan semua, sementara Pak Hardiansyah orang Palembang," tambahnya.

Dugaan kami dari redaksi, mengapa kantor dan rumah milik HH digeledah KPK? 

Dari penelusuran digital, kami mendapatkan data dari media online ayopontianak.com tentang kaitan salah satu tersangka kasus korupsi Mark Up Iklan bjb, yakni Ikin Asikin Dulmanan yang disebut KPK sebagai pihak swasta, diduga punya kaitan dengan PT Ayo Media Network (AMN).

Dalam postingan berita dengan judul: "Sinergi Perkembangan Bisnis: BNI dan Ayo Media Network Menggandeng Strategi Kerja Sama Strategis" tertera tulisan dengan nama Ikin Asikin Dulmanan. 

Berikut  tulisan di alinea ketiga pada berita tersebut:  "Penandatanganan MOU dihadiri langsung pimpinan masing-masing pihak. Mulai dari jajaran direksi Ayo Media Network meliputi komisaris yang juga menjabat Ketua PWI Jawa Barat (Jabar) Hilman Hidayat, Komisaris Utama yang juga menjabat Ketua PWI Kota Bandung Hardiyansyah, Komisaris Ikin A Dulmanan, dan Direktur Keuangan Endang Djunaedi."

Dan berikut link beritanya: https://www.ayopontianak.com/nasional/4911635515/sinergi-perkembangan-bisnis-bni-dan-ayo-media-network-menggandeng-strategi-kerja-sama-strategis#google_vignette

Jadi, ubur-ubur Ikan Lele, itulah dugaan kaitan tersangka korupsi bjb dengan petinggi media ya le...:)

Daerah