Tren Pariwisata di Indonesia Sudah Naik Hingga 62 Persen, di Sini Peluang Wellness Tourism untuk Berkembang
JEJAKVIRAL - Dengan kemajuan teknologi canggih berupa digital membuat orang jadi mudah untuk melakukan perjalanan wisata.
Sehingga pariwisata bisa berkembang karena adanya informasi yang masuk melalui teknologi dan membuat orang pengin tahu dan pengin mengalami hal-hal yang mereka belum ketahui.
"Dunia ini saat ini ada kurang lebih 1,8 miliar orang melakukan perjalanan setiap tahunnya di seluruh dunia. Bayangkan 1,8 miliar, meski di sini dilihat dalam diagram ada penurunan," papar Heben Ezer dari DPP Astindo seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Sabtu (11/10/2025).
Namun demikian, saat ini kembali naik. Bahkan sudah mencapai 62%. Artinya, sektor pariwisata sudah sudah pulih dan sangat menggairahkan.
Dalam beberapa tahun belakangan, pariwisata Indonesia juga berkembang.
Memang ada penurunan saat Covid-19 tapi sekarang itu mulai berkembang. Saat ini perjalanan pariwisata sudah mencapai kurang lebih 1,3 miliar wisatawan.
"Sedangkan untuk kunjungan turis asing kita udah berkembang lumayan. Dari 2019 terakhir itu kita sampai ke 16 juta. Sekarang kita baru mencapai 13 juta sekian dan kita akan terus berkembang sampai ke nanti targetnya adalah bisnis mencapai kembali ke 19 juta," papar Heben.
Menurutnya, ada fakta menarik bahwa generasi muda kita itu berperan kurang lebih 62% dari penduduk Indonesia dari usia antara 20 sampai ke-45 tahun itu.
Nah sekarang bagaimana mengemas wellness ini menjadi pariwisata. Jadi perlu dilihat bagaimana komposisi dari penduduk Indonesia.
Generasi baby boomer angkatan umur 60 tahun ke atas itu juga memegang peranan cukup penting.
"Ada 11% kalau dikalikan dengan 280 juta jiwa penduduk, ada perkiraan lebih 2 juta lebih orang yang usianya sudah lansia.
Tentu saja mereka justru memerlukan treatment wellness untuk kebugaran tubuh untuk spa relaxation-nya dan sebagainya.
"Kadang-kadang saya memprovokasi bilang gini, dari 2 juta orang ini baru bisa handle satu persen aja itu perusahaan kamu juga enggak bisa handle tuh satu persennya. Kan udah gede banget gitu ya dari 2 juta itu," tandasnya.