Tren Ketika Orang Menuju Destinasi Wisata untuk Mendapatkan Kesehatan
JEJAKVIRAL - Tren baru dalam bisnis pariwisata wellness (wellness tourism) dimulai pada era baru (new normal) setelah pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.
Jadi ini ada ada kriteria yang dicoba untuk diidentifikasi dari yang sebelum terjadinya pandemi.
Secara atraksi, sebelum ada Covid-19 , wellness tourism bersifat massal dan ramai.
Dan di era new normal menjadi physical distancing dan kapasitas atraksi wisata.
"Kemudian di perkotaan dan selalu dalam bentuk struktur. Namun sesudah pandemi pertimbangan orang melakukan perjalanan karena pertimbangan kesehatan," ujar Alexander Reyaan dari Kementerian pariwisata seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Sabtu (12/7/2025).
Lanjut Alexander, banyak orang juga memilih untuk aktivitas outdoor, self driving dan tour pribadi.
"Bank Indonesia pernah mengeluarkan rilis tentang data self driving dan tour pribadi ini, orang selalu memilih di awal tahun 2021 ini dan survei mereka lakukan itu memilih jarak perjalanan dari tempat tinggal ke destinasi yang dituju maksimal di 3 jam perjalanan," papar Alexander.
Kalau lebih dari 3 jam, sambungnya, dia mengambil keputusan tidak melakukan perjalanan.
"Ini sebuah fenomena yang memang harus kita tangkap oleh teman-teman yang melakukan bisnis di wellness sebagai sebuah profile yang saat ini sedang mengalami perubahan dan ini harus kita tangkap khususnya dalam hal menyediakan fasilitas layanan wellness di Indonesia," ujarnya.
Dikatakan Alexander, di tahun 2021 lalu, Global Institute mencatat tentang dampak ekonomi yang ditimbulkan dari bisnis wellnes di dunia ini.
"Kita lihat memang personal care beauty itu paling besar dengan 1083 billion US Dollar. Kemudian ada physical activity dengan 828 billion US Dollar dan wellness tourism itu ada di 639 billion US Dollar.
Jadi kalau kita lihat ke depan pertimbangan orang untuk melakukan perjalanan wellness tourism akan terus berkembang.
"Saya yakin akan memberikan pertumbuhan lebih besar lagi dibanding data yang ditayangkan oleh Global Institute tersebut," tandasnya.