Skip to main content
x

Tingkatkan Daya Saing SDM di Industri Spa Wellness Dunia dengan Kompetensi dan Sertifikasi Profesi

JEJAKVIRAL - Tantangan ke depan dalam industri spa wellness atau Etnaprana (ETNA) tentu saja terkait dengan   perkembangan di dunia internasional.

Apalagi, spa wellness Nusantara sudah banyak melibatkan tak hanya para pengusaha saja, tapi juga lintas profesi.

Mulai dari dokter, budayawan, antropologi dan profesi-profesi lainnya yang memang terkait dengan tradisi kebugaran tanah air.

"Para pelaku spa wellness untuk bisa bersaing di kancah internasional harus memiliki sertifikasi profesi. Di sini lah peran Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang merupakan lembaga non struktural pemerintah yang sudah berdiri sejak tahun 1990," ungkap Kepala BNSP, Kunjung Nasehat seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Selasa (29/7/2025).

Ditegaskan Kunjung bahwa BNSP adalah lembaga non struktural yang didirikan oleh pemerintah berdasarkan undang-undang No 13 tahun 2003.

"Lembaga ini dikaitkan dengan  sertifikasi profesi. Walaupun pada waktu itu mempunyai peran sangat penting, tetapi awalnya belum ada pembentukan lembaga tersebut," ujarnya.

Dengan adanya lembaga ini, sambung Kunjung, menjadi tantangan industri spa wellness  ke depan  tentang produktifiti tentang daya saing .

"Semua harus paham betul nih bagaimana tingkat kompetitif dan bagaimana daya saing kerja SDM kita.  Tapi kalau saya lihat di bidang spa wellness sangat banyak sekali tantangannya," papar Kunjung.

Dia mencontohkan  Thailand yang menjadi salah satu negara yang menjadi kompetitif  di bidang spa wellness.

"Begitu juga tentang produktifitinya. Tetapi saya yakin betul  teman-teman yang bergerak bidang spa mampu bersaing baik domestik maupun internasional," ujarnya.

Namun demikian, lanjut Kunjung,  dalam rangka  meningkatkan daya saing tenaga kerja  di bidang spa wellness  melibatkan industrinya juga.

"Kita lihat contoh saat ini saya kira kalau di bidang pendidikan kita sudah mempunyai dua sistem berdasarkan Perpres No 68. Dalam dunia pendidikan,  tentunya kita meningkatkan kompetensi para guru," paparnya.

Tak hanya itu,   bagaimana lulusan pendidikan dan pelatihan di bidang lain itu bisa diterima bekerja di perusahaan , terutama industri wellness.

"Dia harus mempunyai  keterampilan,  turun ke lapangan melibatkan langsung dan mereka tahu persis bagaimana tantangan ke depan dan kita harapkan semua pengembangan ini dilakukan oleh semua industri yang terkait dengan spa wellness," tandasnya.

 

 

Daerah