Skip to main content
x

Tahapan dalam Praktik Etnaprana Batimuh Dayak

JEJAKVIRAL - Etnaprana Batimuh, Dayak  atau Batimung, Banjar sejatinya memiliki arti yang sama, yakni membuang keringat dari badan dengan cara diasapi dan tambahkan ramuan alami.

Dan kedua praktik perawatan atau metode pengobatan dan kesehatan tersebut umumnya dipakai bagi para mempelai yang hendak melangsungkan pernikahan.

"Jadi tujuannya agar nanti pengantin pada saat bersanding di pelaminan tidak keluar bau keringat, tapi  menjadi  harum yang menambah pesona," terang Dr dr Swandari Paramita dari Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Senin (9/6/2025).

Dikatakannya, yang membedakan antara  batimuh dan batimung adalah komposisi tumbuhan, bunga-bungaan, rempah-rempah yang dipakai dari kedua etnis.

Kalau dari Banjar mereka cenderung menggunakan bahan-bahannya bisa beli di pasar atau diambil yang ditanam di pekarangan rumah. 

Sementara untuk etnis Dayak mereka menggunakan tumbuhan yang diambil dari hutan yang ada di sekitarnya.

"Ini  menunjukkan perbedaan lokasi tempat tinggal kedua etnis tersebut Kalau etnis Banjar itu banyak berdiam di daerah perkotaan. Sementara untuk yang etnis Dayak kebanyakan tinggal di daerah pedalaman," tandasnya.

Proses Batimung sama dengan yang di Banjar yang pertama adalah meramu yaitu mencari ramuan berupa daun-daun bunga-bungaan dan rempah-rempah.

Kemudian diracik, dipotong-potong menjadi beberapa bagian agar mudah diolah menjadi ramuan.

Ada proses Mangaduk, yakni mengaduk semua Rempah-rempah yang dipotong dan dimasukkan dalam wadah kwantan yang berisi air.

Ada beberapa daun-daunan, rempah-rempah, dan yang paling menonjol adalah dari serai.

Tahapan Batimuh itu sendiri pertama, Bajajarang. Mencampurkan semua ramuan dalam wadah kuantan tanah yang berisi air secukupnya dan kemudian direbus.

Kedua, Maurak Tikar Purun, yakni menyiapkan bahan untuk menutup tubuh yang akan ditimuh agar uap air di dalam tidak keluar, yaitu tikar purun (tikar anyam), kain atau sarung dan selimut yang berbahan tebal.

Ketiga, Maurai Tikar Purun. Membentuk tikar purun seperti lingkaran untuk menutupi badan selama proses batimuh dilakukan.