Risol, Camilan Tradisional Kini Diangkat Menjadi Seni Kuliner Berkelas
JEJAKVIRAL - Siapa yang bisa menyangkal kalau risol atau nama aslinya risoles menjadi gorengan lezat yang disukai semua kalangan.
Kuliner klasik dan tradisional ini menjadi primadona sebagai sajian ringan di berbagai acara.
Camilan tradisional itu kini diangkat menjadi seni kuliner berkelas. Risol sebagai kue nostalgia murni berpadu dengan keahlian kuliner premium.
Dengan balutan tepung, gorengan berbentuk lonjong tersebut terasa renyah di mulut.
Tak bisa ditampik kalau Risol kini menjadi primadona bagi para pecinta kuliner.
Risol juga menjadi pelengkap camilan sebelum menikmati makan siang di setiap rapat.
Risol juga menjadi isian kotak kue atau snack box dan selalu punya tempat di hati masyarakat Indonesia.
Meski menjadi salah satu kuliner tradisional nusantara, sejatinya asal muasal risol berasal dari Eropa lho.
Dikutip dari berbagai sumber, nama Risol sendiri berasal dari bahasa Prancis, yaitu rissole, yang berarti menggoreng hingga menjadi cokelat kemerahan.
Awalnya, Risol berupa daging cincang yang dibungkus adonan pastri, lalu digoreng atau dipanggang.
Kuliner ini kemudian dibawa oleh orang-orang Belanda ke Indonesia pada masa kolonial.
Seiring berjalannya waktu, resep risoles disesuaikan dengan lidah lokal hingga menjadi risoles yang kita kenal sekarang.
Dengan banyaknya kreativitas pecinta kuliner tradisional, isian risol pun tak hanya daging cincang semata.
Risol klasik umumnya berisi tumisan bihun, wortel, dan kentang. Biasanya disantap dengan cocolan sambal kacang atau cabai rawit.
Beberapa daerah punya penyebutan berbeda pada risol. Di Jawa Barat misalnya, orang menyebutnya "kroket". Karena bentuknya seperti roket.
Untuk menambah selera dan bisa dinikmati kalangan menengah ke atas, risol pun mencapai variasinya.
Sebagai teman saat bersantai, Risol bisa berisi adonan kental bertekstur lembut (ragout) yang terbuat dari campuran susu, terigu, wortel, kentang, dan suwiran ayam.