Skip to main content
x

Pedestarian di Kemayoran Jadi Tempat Tidur Gerobak Sampah, Pejalan Kaki: 'Wilayah Jakarta Pusat Kotor dan Bau Sampah'

JEJAKVIRAL - Setiap malam gerobak-gerobak sampah tidur di pedestian atau trotoar Jalan Bungur Besar, Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus), tepatnya persis berdekatan dengan perlintasan pintu rel kereta api.

Meskipun, dikeluhkan pejalan kaki, gerobak-gerobak yang tidur setiap hari di trotoar hingga menebar aroma bau sampah yang menyengat tersebut dicuexin Pemerintah setempat.

"Aroma bau tak sedap di gerobak-gerobak sampah yang nginep di trotoar ini jadi bikin kotor dan kumuh. Kenapa Pemerintah setempat membiarkan, padahal dampaknya trotoar di wilayah Jakpus jadi kotor," keluh Djoko (42) pejalan kaki, Senin (28/4/2025).

Hal senada juga dikeluhkan Wati (39) pejalan kaki lainnya yang sehari-harinya melewati jalan ini. Ia pun ngedumel, kerena keberadaan gerobak-gerobak tersebut menutup akses  bagi pejalan kaki.

Menurut dia, padahal program 100 hari kerja Gubernur Pramono Anum dan Wakil Gubernur (Wagub) Rano Karno memprioritaskan 12 program yang berpihak untuk warga masyarakat salah satunya yaitu perluasan akses peningkatan kenyamanan berjalan kaki di Jakarta, kenapa gerobak sampah yang menebar aroma bau tak sedap itu dibiarkan berada di trotoar ini," keluhnya.

Pantauan di lapangan, tidak hanya gerobak sampah yang tidur di trotoar. Gerobak-gerobak pedagang juga teronggok di kawasan, Jalan Benda Timur Kemayoran, Jakpus.

Sementara itu, Kasatpel Lingkungan Hidup (LH) Kecamatan Kemayoran Eka Sudarmadi menambahkan, pihaknya hanya melayani pengangkutan sampah. Sedangkan, gerobak-gerobak sampah yang diletakan di trotoar  tersebut merupakan gerobak sampah wilayah.

"Itu gerobak swadaya RW yang semestinya, sebelum jadwal pengangkutan sampah ke truk seharusnya ditaruh ke tempat yang aman. Sehingga tidak menimbulkan kesan kumuh, kotor dan bau," ungkapnya.

"Dan lokasi tersebut merupakan lokasi rutin pengangkutan sampah pagi hari yang di mulai pukul 05.00 hingga pukul 07.00 WIB pagi," jelasnya. (*/ir) ***

Daerah