Nasi Betutu, Sarat Akan Nilai Budaya dan Seni Orang Bali dalam Mengolah Rempah
JEJAKVIRAL - Tak hanya menawarkan keindahan pantai dan kekayaan seni serta budayanya, Bali menjadi surga kuliner dunia.
Pulau Dewata memukau turis mancanegara karena jadi surga makanan tradisional.
Kaya akan cita rasa dan rempah-rempahnya, sajian khas Bali menjadi bagian yang paling diburu wisatawan lokal maupun internasional.
Salah satu yang paling ikonik adalah Nasi Betutu yang menjadi warisan leluhur dan sarat akan nilai budaya dan seni mengolah rempah.
Dikutip dari beragam sumber, asal-usul dan kata "betutu" dipercaya berasal dari kata "be" yang berarti daging.
Sementara "tutu" merujuk pada proses membakar atau mematangkan.
Secara historis, "betutu" merujuk pada hidangan mewah yang dahulunya hanya disajikan dalam upacara adat dan keagamaan Hindu di Bali, seperti upacara odalan, pernikahan, maupun otonan.
Metode memasak tradisionalnya sangat unik. Daging ayam atau bebek utuh dibungkus dengan pelepah pinang atau daun pisang, kemudian ditanam di dalam tanah dan ditutupi bara sekam padi selama belasan jam.
Proses lambat (slow cooking) ini membuat daging menjadi sangat empuk hingga lepas dari tulangnya dan menyerap bumbu secara sempurna.
Kunci utama dari ledakan rasa pada nasi betutu terletak pada base genep, yaitu ramuan bumbu dasar khas Bali yang terdiri dari belasan jenis rempah-rempah segar.
Bumbu ini memadukan bawang merah, bawang putih, cabai rawit, serai, jahe, lengkuas, kencur, kunyit, kemiri, ketumbar, merica, terasi, hingga daun jeruk.
Kombinasi rempah yang kompleks ini menghasilkan tiga sensasi rasa sekaligus: gurih yang mendalam, aroma wangi yang pekat, dan rasa pedas yang membakar lidah namun bikin ketagihan.