Meningkatnya Populasi Tua di Dunia Membuat Stemcell Menjadi Tren
JEJAKVIRAL - Stemcell menjadi tren di seluruh dunia karena beberapa indikator yang menyebabkan banyak orang butuh perawatan tersebut.
Beberapa di antaranya karena meningkatnya populasi orang tua di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Jaman dulu, populasi tua ini hanya berdasarkan usia di atas 60 tahun. Namun sekarang, usia tua juga dialami oleh mereka generasi Z.
Lho kok bisa? Ya, generasi Z ini disebut tua karena mereka menjadi generasi-generasi jompo.
dr Sandy Qlintang M.Biomed, President Director Kalbe Regenic Stemcell dalam sebuah Forum Group Discussion (FGD) mengungkapkan bahwa generasi jompo ini mulai muncul sejak pandemi Covid 19 beberapa tahun lalu.
"Covid 19 membuat perubahan life style yang sangat jelas sekali. Karena waktu Covid-19 dan sebelum Covid-19 generasi jompo ini banyak dipengaruhi dunia online.
Dengan menggunakan gadget, mereka para kaum rebahan ini membeli makanan seperti junk food atau makanan cepat saji.
"Belum lagi kebiasaan mereka duduk lebih lama bisa seharian. Bisa juga meeting di kantor. Jadi tidak salah kalau itu menjadi penyakit itu saja sangat lengkap," papar dr Sandi.
Sehingga, lanjutnya, aging population atau populasi tua itu menjadi sebuah pertanyaan apakah masih relevan dikatakan suatu negara yang usianya di atas 60 tahun disebut negara dengan populasi tua.
"Ternyata juga sekarang populasi tua itu terjadi di Bali itu dan di beberapa negara itu banyak orang yang terkena penyakit degeneratif," paparnya.
Kemudian ada vision yang menjadi suatu poin penting Stemcell menjadi daya tarik wisatawan untuk masuk ke Jakarta.
"Tinggal bagaimana memberanikan diri untuk menjadikan stemcell sebagai engine ekonomi. Kenapa? kita lihat bahwa di Thailand menawarkan Stemcell, Singapura, Malaysia, China Taiwan bahkan Ukraina semuanya menawarkan stemcell," jelasnya.