Menciptakan Wellness Jakarta sebagai Potensi dan Daya Tarik Wisatawan Mancanegara
JEJAKVIRAL - Daerah Khusus Jakarta memiliki potensi besar dalam mewujudkan wisata tematik yang terintegrasi dan inklusif bagi wellness urban.
Karena itu, diperlukan kemauan untuk terus menggali beragam ide dan pengembangan pariwisata, khususnya wellness Jakarta atau wellness Betawi.
Hal ini diungkapkan perwakilan dari Indonesia Inbound Tour Operator Association (IINTOA), Natali Hutajulu saat memaparkan tentang potensi Jakarta dalam bagian tematik.
Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu digali dalam menciptakan wellness Jakarta sebagai potensi wisata.
Pertama, integrasi potensi wellness dalam paket wisata Jakarta.
"Bagaimana potensi wellness spa dan healing journey dapat dilakukan, misalnya di dekat musium-musium atau pusat sejarah dan budaya Jakarta.
Untuk menarik minat wisatawan, lanjutnya, di tempat itu bisa membuat kegiatan olah kesehatan seperti Yoga atau meditasi yang eksperience.
"Apalagi pemerintah Daerah Khusus Jakarta sudah membuat kegiatan wellness medical check di Pasar Minggu ya," ucapnya.
Kemudian, ada strategi transfer wisata yang bisa menjadi bagian dari kekhasan Jakarta dan membedakan dengan kota lainnya.
"Jadi kita bisa menyusun item yang seimbang. Misalnya ada kegiatan relaksasi, edukasi dan rekreasi," ujarnya.
Tujuannya itu menciptakan paket wisata yang holistik dengan kegiatan healing journey.
Selanjutnya, bagaimana mendorong kolaborasi antara pemerintah dan para pelaku usaha komoditas kesehatan untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan.
Sayangnya, lanjut Natali, saat ini jangan banyak berharap banyak pada pemerintah secara sepenuhnya.
D"i sini kan ada asosiasi. Itu saja dulu yang dioptimalkan. Bagaimana selama ini yang yang kita tahu ya kalau ada kegiatan wellness berapa kali itu tapi hasilnya segitu-gitu aja," ujarnya.
Karena itu, Natali berharap, asosiasi tidak bergantung pada pemerintah.
"Kita aja yang mandiri enggak usah ke pemerintah. Kan kita di sini ada berbagai asosiasi," tegasnya lagi.
Lalu, bagaimana mendorong kolaborasi pemerintah dengan komunitas kesehatan ada semuanya bertemu dalam satu ekosistem.
Seharusnya, terang Natali, pemerintah memiliki peran dalam memberikan regulasi dan promosi.
"Pemerintah kan memang tugasnya memberikan regulasi dan promosi. Kalau kita sudah punya produk kita tinggal mengajukan. Nih kami sudah punya produk tolong kami dibantu promosi karena kan banyak tuh," tandasnya.