Kerajaan dan Keraton jadi Sumber Etnowellness Nusantara
JEJAKVIRAL - Sumber ethnowellness nusantara (ETNA) ada dua yaitu manuskrip keraton atau kerajaan, kedua adalah yang beredar di masyarakat.
Yang manuskrip dari keraton atau kerajaan itu ada filosofinya bahwa untuk memimpin harus sehat, bugar dan perkasa.
Hal ini diungkapkan Antropolog Dr Jajang Gunawijaya seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Rabu (16/4/2025).
Dikatakan Dr Jajang Gunawijaya, menjadi pemimpin kerajaan harus memiliki olah bathin yang baik, Kanuragan atau yang disebut pranata kebugaran di kalangan istana.
"Di istana ini ada ahli, ada bangsawan atau aristokrat yang memang tugasnya menjaga kesehatan dan kebugaran di keraton. Dari raja dan bangsawan harus sehat, bugar dan perkasa dibandingkan rakyat biasa," papar Jajang.
Mulai dari keluarga keraton atau kerajaan, mulai dari raja dan bangsawannya, lanjut Dr Jajang, adalah titisan dewa atau keturunan dewa.
"Atau dalam dalam kebudayaan kita orang yang mendapatkan wahyu dari Gusti Allah. Wahyu itu amanah, maka harus beda dengan rakyat biasa," ujarnya.
Kerajaan-kerajaan Yunanai di Eropa, mulai dari raja Spanyol dan Portugis sistem medisnya berasal dari Yunani-India.
"India berkembang dengan namanya Ayuverda dari kerajaan Mogul. Di Timur Tengah di kerajaan ada tabib-tabib istana dan sampai sekarang masih ada," tambahnya.
Ditegaskan Dr Jajang, Indonesia tak kalah dengan India atau Yunani. Di tiap daerah ada tradisi kesehatan dan kebugaran yang berasal dari kerajaan.
"Di Pagaruyung ada Batangeh, di Batak ada Kusuk Batak, di Madura ada So'oso dan lain sebagainya," ujar Dr Jajang Gunawijaya.