Warga Tugu Selatan Kecewa, Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan dan Saluran Jalan Syawal II Sudin PRKP Jakut Dikerjakan Asal-asalan
JEJAKVIRAL - Proyek pekerjaan peningkatan jalan lingkungan dan saluran, Jalan Syawal II RW 03, Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara (Jakut) Suku Dinas (Sudin) Perumahan Rakyat Dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kota Administrasi Jakut menggelontorkan Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD), proyek ini dikerjakan Vendor yang dinilai publik dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai dengan RAB.
Selain itu, proyek peningkatan jalanan lingkungan dan saluran di, Jalan Syawal II RW 03 dikerjakan dengan cara kejar jam tayang, sehingga mutunya tidak berkualitas.
Dipertanyakan warga proyek Sudin PRKP Jakut. Rido warga RW 03 Tugu Selatan yang tinggal di permukiman Jalan Syawal II mengaku, bahwa pemborong CV. Vanindo mengkerjakan saluran tidak semuanya dipasang dengan bahan material U_dicth, ada yang ditambal pakai batu dan diplester. "Seharusnya pengawasan dan konsultan harus menegur perkerjaan tersebut," tegasnya, Rabu (3/12/2025).
Ditambahkannya, bahwa proyek jalanan di readmix alias di cor retak sampai ke bawah gagal konstuksi hanya di tambel tidak dibongkar jalanan. "Pemborong CV. Vanindo harusnya bongkar pecahnya sampai ke bawah, jangan ditambal, tapi diganti cor readmix baru," ucapnya.
Pengamatan Perkotaan, Torang Pangabean menerangkan, proyek itu menggunakan anggaran sebesar Rp. 5,832,645,124 dikerjakan dari pelaksana kontrak pada bulan Mei sampai Agustus 2025 ini, harus diteliti volome pasang U_ditch saluran dan tipe readmix gunakan K 150 atau K-350 dalam peningkatan jalanan. "Kalau saja pihak Kasudin PRKP Jakut membayar tagihan pekerjaan tersebut akan jadi masalah besar," tegasnya,
Karena, kata Torang Pangabean, pekerjaan peningkatan jalan dan perbaikan saluran U-Dith ini, merupakan contoh di di wilayah mutu yang didugan dikerjakan asal-asalan. "Kalau mau dibayar tagihannya ke rekanan CV. Vanindo harus dibongkar perkerjaan saluran yang tidak sesuai," tegasnya.
Ketika dikonfirmasi, Kasudin PRKP Jakut erumahan Rakyat, Suharyanti melalui telepon dan pesan singkat WhatsApp (WA) menyatakan, bahwa pihaknya tidak akan membayar proyek pekerjaan kontruksi itu. (*/man) ***