Skip to main content
x

Waduhhh, DBD Hantui Gedung Perkantoran dan Sekolah, Asminkesra Jakpus Minta Perkantoran dan Sekolah Segera Bentuk Jumantik Mandiri

JEJAKVIRAL - Gedung perkantoran dan Sekolah di wilayah Jakarta Pusat (Jakpus) diminta segera membentuk Juru Pemantau Jentik (Jumantik) mandiri dalam upaya pencegahan penularan penyakit Demam Berdarah' Dengue (DBD).

Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Asminkesra) Setko Jakpus Reza Pahlevi secara terang-terangan saat membuka acara pertemuan Penguatan Program Penurunan Demam Berdarah Dengue (DBD) Tingkat Kota Administrasi Jakpus yang berlangsung di kantor Pemkot setempat, Jalan Tanah Abang I, Gambir pada, Senin (17/11/2025).

"Harus menjadi perhatian dan digarisbawahi bahwa tempat kerja dan sekolah, sebagai tempat kita menghabiskan sebagian wakttu dapat dilakukan upaya pencegahan penularan penyakit DBD,’’ jelas Reza.

Ditegaskannya, DBD masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Data dari Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakpus menunjukkan adanya kasus DBD tidak hanya terjadi di lingkungan perumahan, tapi juga berpotensi muncul di area gedung perkantoran dan sekolah.

Untuk menyiasatinya, lanjut Reza yakni kunci utama dalam pencegahan DBD adalah dengan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang, dan mencegah gigitan nyamuk dengan cara lain).

"Dengan kegiatan PSN sampai saat ini masih berfokus di tatanan pemukiman saja, saya sangat berharap bahwa pelaksanaan PSN 3M Plus dapat dilaksanakan di 7 tatanan dalam penanggulangan DBD. 7 tatanan tersebut yaitu tatanan pemukiman, institusi pendidikan, tempat kerja, tempat umum, tempat pengelolaan makanan, sarana olahraga dan sarana kesehatan,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakpus Rismasari menambahkan, untuk data terbaru kasus DBD tahun 2024-2025 sampai dengan tanggal 10 november pukul 13:00  WIB untuk wilayah Jakpus menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kasus DBD pada Tahun 2024 sebanyak 1.222 orang, yang meninggal sebanyak enam orang dengan angka insiden rate 110,1 per 1000 penduduk CFR 0,49 persen. Sedangkan tahun 2025 total kasus 924 yang meninggal 2 orang dari Cempaka Putih dan Tanah Abang," ungkapnya. (*/ir) ***

Daerah