Skip to main content
x

Polandia dan Negara-negara Eropa jadi Peluang Besar Bisnis Spa Wellness Nusantara

JEJAKVIRAL - Bali menjadi berlian dalam bisnis spa tradisional atau spa wellness Nusantara di Polandia dan beberapa negara Eropa.

Dengan demikian, banyak peluang bagi pebisnis dunia kebugaran untuk mengembangkan usahanya di negara-negara Eropa, terutama Polandia.

Hal ini diungkapkan anggota Spa Wellness Nusantara (ETNA) Dwi R Atmodjo seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Rabu (26/3/2025).

"Kebetulan saya menjadi konsultan di Dolina Sharloti, sebuah resource and spa di Polandia. Program saya saat ini di Polandia  sebetulnya cerita ini dimulai dari sana. Itu alasan kenapa saya juga ikut membantu ini untuk pengembangan spa tradisional Nusantara di  Polandia khususnya Eropa," papar Dwi.

Menurutnya, owner dari Dolina Charlotty 

 khususnya yang berada provinsi Pomerania  di Polandia  sangat-sangat mencintai Indonesia.

"Walaupun beliau adalah warga negara Polandia. Tapi beliau sangat ingin mempromosikan Indonesia di Polandia. Makanya beliau berkonsultasi dengan kita waktu itu rekomendasi dari embassy Polandia Indonesia di  dan juga duta besar Jakarta untuk bertemu di Taman Mini dan minta penjelasan apa sih yang ada di taman mini dan bagaimana taman mini itu bisa mendunia," paparnya.

 Owner Dolina Charlotty itu tersebut ingin sekali membuat taman mini atau mini Indonesia di tempatnya berbisnis.

Kini  Dolina Charlotty  mempunyai lahan seluas kurang lebih 250 hektar. Sekarang ini yang sudah dijalankan  sekitar 125 hektar berupa resort dan spa. Ada mini zoo juga. Bahkan sekarang ini sudah membuat mini Indonesia.

Dimulai dengan membuat Candi Bentar sebagai gerbang masuk ke mini indonesia tersebut. Candi tersebut adalah tipikal bangunan Bali dan saat ini  sedang proses untuk ke pembuatan bangunan-bangunan Bali.

"Gerbangnya sudah selesai dan sudah diresmikan pada  5 Agustus 2023 yang lalu dan kami datang ke sana mendampingi duta besar  Indonesia Polandia, duta besar Polandia-Indonesia serta pejabat tinggi di provinsi serta  ownernya yang juga konsul kehormatan untuk Polandia," jelasnya.

Dari situlah, lanjut Dwi, pemikiran-pemikirannya ia dapatkan bahwa kita harus membantu  konsul kehormatan ini yang juga mempunyai destinasi wisata di Polandia.

"Spa Dolina Charlotty ini  terdapat 12 ruangan dan terapisnya juga sebagian besar  dari Bali yaitu kurang lebih ada 9 terapis. Tapi hanya Bali saja yang saya lihat," ujarnya.

Kemudian Dwi mencoba berkeliling ke beberapa kota di Polandia  yaitu kota Gdanks,  Krakow dan  Warsawa yang saat ini cukup banyak sebetulnya di masing-masing kota tersebut  spa-pa yang ada di Polandia.

Diungkapkan Dwi, di Gdansk  itu ada lebih dari 30 spa. Di Krakow juga  ada lebih dari 30 spa. Terdiri dari spa yang berdiri sendiri juga di hotel. Kemudian juga di Warsawa juga cukup banyak.

"Dan terapis yang mereka gunakan kebanyakan dari Bali. Bali menjadi satu berlian dunia sehingga spa yang ada di Polandia kemudian Jerman terapisnya dari Bali," jelasnya. 

Di sana, menurut Dwi, ada Bali Hai, Bali Thai. Tapi terapisnya kebanyakan dari Bali. "Ini yang kami coba komunikasikan dengan Founder Etnaprana Lourda Hutagalung. Bahwa  ini semua kesempatan yang bagus sekali  untuk mengembangkan  spa  tradisional. Terutama spa  tradisional Indonesia untuk berkembang di Eropa," terangnya.

Bisnis itu mulai dari terapisnya mungkin nanti minyak aromaterapi, ataupun obat-obatan herbal tradisionalnya, termasuk juga makanan tradisionalnya.

"Sehingga promosi Indonesia kalau di Polandia dan Eropa itu bisa berkembang. Ini harapan cukup besar bisnis spa tradisional Indonesia di Eropa. Saya melihat  spa itu yang memang mayoritas adalah Bali dan Thailand. Ada beberapa juga dari Timur Tengah," jelasnya.

Yang menarik, sambung Dwi,  obat-obatan herbalnya itu kebanyakan tidak dari Indonesia. Tapi ada yang dari Swiss, ada yang dari negara-negara di sekitar Eropa itu sendiri.

"Sehingga herbal itu menjadi pasar yang sangat-sangat bagus sekali, sangat-sangat menjanjikan untuk kita bisa berkembang di Eropa dan mereka punya spesifikasi sendiri. Misalnya di Krakow itu mereka lebih ke treatment   garam," ujarnya.

Tak hanya itu, menurut Dwi,  mereka menjadikan bangunan-bangunan tua  dimodifikasi dicustom sedemikian rupa menjadi sebuah spa estetik yang bagus sekali.

Tapi  itu  berbeda dengan di kota kendaraan maupun di kota Warsawa atau Gdansk. Di  Warsawa, sebagai pusat kota Polandia sebagai tempat spa  lebih banyak di hotel dan juga grafis-grafis yang mungkin tidak jauh beda Indonesia," tandasnya.

 

Daerah