Ethnowellness Makin Berkembang, Banyak Orang Ingin Back to Nature
JEJAKVIRAL - Ada fakta menarik bahwa generasi muda kita itu berperan dalam bidang pariwisata kurang lebih 62% dari penduduk Indonesia dari usia antara 20 sampai ke-45 tahun itu.
Dengan demikian, peluang pariwisata di bidang wellness sangat terbuka lebar. Sebab, generasi muda memiliki kemampuan dalam berinteraksi sosial melalui teknologi informasi digital.
"Sekarang bagaimana kita mengemas wellness ini menjadi salah satu pariwisata unggulan," ujar Heben Ezer dari DPP ASTINDO dalam webinar yang digelar Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) 2025.
Karena itu, lanjutnya, perlu dilihat bagaimana komposisi dari penduduk Indonesia.
"Generasi baby boomer angkatan umur 60 tahun ke atas itu juga memegang peranan cukup penting. Ada 11% kurang lebih. Kalau dikalikan dengan 280 juta jiwa penduduk, ada perkiraan lebih 2 juta lebih orang yang usianya sudah lansia, paparnya.
Tentu saja mereka justru memerlukan treatment wellness untuk kebugaran tubuh dan relaxation-nya lebih banyak dan sebagainya.
"Kadang-kadang saya memprovokasi bilang gini, dari 2 juta orang ini baru bisa handle satu persen aja itu perusahaan kamu juga enggak bisa handle tuh satu persennya. Kan udah gede banget gitu ya dari 2 juta itu. Dan itu lumayan besar," ujarnya.
Tapi, sambungnya, kita juga perlu melihat ada sumber pengetahuan untuk di dunia.
"Jumlah asal dari wisatawan kita lihat China. China ini kalau kita ngomong wellness to jadi agak saingan dikit terutama dengan herbalnya," kata Heben.
Tapi, terang Heben, dengan wellness treatment Indonesia menang. Sebab, beberapa kali ia ke China, di sana itu massage, Yoga dan sebenarnya itu enggak terpopuler. Tapi obatnya saja.
"Kita juga punya jamu. Jamu ini juga dengan apa yang dikembangkan di China emang perlu kita secara intens mulai memasarkan di jamunya Indonesia ini. Saya jujur agak sedikit menyayangkan bahwa jamu ini tidak dikelola dengan sangat baik," paparnya.
Kalau jamu ini bisa dikelola dengan baik ini juga akan menjadi rangkaian komponen tradisionalnya bisa bersaing dengan China.
"Apalagi sekarang perkembangan teknologi sekarang orang mulai sadar bahwa yang berkaitan dengan metode kesehatan negara lain tak lagi diandalkan.
"Banyak orang yang kembali ke back to nature dan banyaknya hal-hal pada alam semesta kita. Adanya polusi dan sebagainya," tandasnya.