Skip to main content
x

Dulu untuk Berobat Cancer, Kini Healing Journey Buat Mereka yang Trauma dan Bisa jadi Daya Tarik Wisata

JEJAKVIRAL - Bermula dari pengobatan bagi pasien cancer atau kanker, healing journey atau Ethnowllness juga menjadi salah satu metode penyembuhan dari berbagai masalah psikologis.

Tak hanya itu, healing journey juga menjadi peluang untuk menarik perhatian wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia dan menikmati pengobatan tradisional yang sudah turun temurun diwariskan para leluhur untuk bangsa ini.

Healing journey bisa juga menjadi salah satu wellness tourism yang menjadi peluang bagi pengusaha travel dan pariwisata ke depannya.

Keyakinan bahwa healing journey bisa menarik perhatian wisatawan mancanegara disampaikan oleh Jongky Adiyasa, Pengurus Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) dalam webinar yang dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Senin (7/4/2025).

"Healing journey Ethnowllness akankah mampu menarik perhatian wisatawan mancanegara? Kalau melihat kalimat tersebut, mestinya ada tanda tanya," ujar Jongky mengawali paparannya. 

Dikatakan Jongky,  healing journey is a program for people who want to learn how to help themselves when they have cancer. 

"Ini yang saya temui. Sejak tahun 1982 healing journey sudah ditemui. Jadi memang awalnya untuk cancer," paparnya.

Namun demikian, Jongky Adiyasa mengatakan bahwa dalam perjalanannya, healing journey ini bisa menjadi metode pengobatan bagi  mereka yang mengalami trauma, kesedihan, dan keluhan hidup yang signifikan.

Dengan demikian, healing journey bisa  mencapai kesehatan yang seimbang untuk hidup yang lebih baik bagi seseorang.

Yang jadi pertanyaan, apakah healing journey dan Ethnowllness bisa digabungkan dengan pariwisata?

"Ethnowllness menjadi salah satu contoh dari pemanfaatan pengetahuan tradisional dan sumber daya genetik Indonesia" ujarnya. 

Menurutnya, saat ini industri Ethnowllness sedang gencar dikembangkan sebagai upaya untuk mempromosikan kekayaan intelektual dan kearifan budaya Indonesia.

"Pertanyaan saya, apakah sudah dikenal, apakah sudah terkenal. Jujur apakah sudah meluas dikenal masyarakat Indonesia? Kalau bicara terkenal, kalau sebut Bali, semua orang Indonesia tahu Bali," papar Jongky.

Yang pasti, Ethnowllness merupakan budaya kesehatan Indonesia, kearifan lokal warisan para ahli pengobatan di Indonesia.

"Itu yang sangat perlu banggakan tentang etnowellness. Akankah mampu menarik perhatian turis mancanegara? Sebagai pelaku pariwisata saya haqqul yakin, yes.  Kalau bisa seberapa berhasilkah kita. Itu yang menjadi pertanyaan. Akankah seperti Singapura, Penang, Malaka yang menjadi  tumpuan sebagian kecil warga Indonesia untuk berobat," urainya.

Pengobatan di tempat-tempat itu tanpa dipromosikan mungkin mereka juga mempromosikan. 

"Tapi buat kalangan orang-orang di Medan penduduk di Jakarta itu berobat pemikiran mereka enak di Malaka, Singapur, Penang," ujarnya.

Apakah para pelaku wellness sudah melakukan kaidah pemasaran pariwisata? 

"Karena kalau kaidah pemasaran itu every body the way marketing. Ini yang perlu kita telaah bersama. Banyak orang yang menganggap melakukan pemasaran pariwisata sangat mudah," ujarnya.

Dia menyayangkan bahwa impian itu masih banyak yang berpikir termasuk pejabat kita para wisatawan seperti datang dari langit tiba-tiba sudah muncul di bandara.

"Kemudian diajak paket wisata ke Puncak, ke beberapa tempat dan sebagainya. Ini menjadi tantangan kita ke depan bagaimana healing journey atau Ethnowllness menjadi daya tarik wisatawan mancanegara untuk lebih banyak datang ke Indonesia," tandasnya.

 

Daerah