Skip to main content
x

Boreh Kesultanan Sumenep, Tradisi Pengobatan Tradisional untuk Menurunkan Demam dan Panas

JEJAKVIRAL.COM- Banyak tradisi kesehatan di tanah air. Semua berasal dari beragam budaya.

Budaya ini muncul  dari peradaban sebelumnya. Karena NKRI  dilahirkan oleh para raja dari seluruh Nusantara.

Ya, budaya merupakan hasil dari adat tradisi kerajaan se-nusantara sebelum menjadi satu kesatuan NKRI.

Dalam perjalanan sejarahnya,  kerajaan itu bergabung dengan NKRI. Praktis semua secara struktural masuk dalam satu kesatuan yang sejak tahun 1945 menjadi Republik Indonesia.

"Tapi ingat, ada  adat, tradisi dan budaya luhur yang tertinggal. Dan Beratus tahun akar budaya ini menjadi sumber dayanya," papar pemerhati kerajaan-kerajaan Nusantara dari Sumenep, Raden Ayu Hj Yani Wss kepada redaksi pada Rabu (22/3/2023).

Termasuk, kata Hj Yani, tradisi kesehatan Nusantara. Baik itu  rempah-rempah semua bermula dari kerajaaan.

"Nah Alhamdulillah dengan adanya Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) soal kesehatan, hasilnya dari kerajaan-kerajaan seluruh Nusantara," ungkapnya.

Karena dulu, lanjutnya, pengolahan kesehatan di  kerajaan-kerajaan menggunakan rempah-rempah.

Aktivis Budaya yang akrab disapa Bunda Yani ini mencontohkan misalnya dari Kesultanan Sumenep yang sudah terkenal dengan jamu dari Maduranya.

"Semua produk jamu ini dikelola di keraton. Kalau kita misalnya kita sedang demam atau panas, maka diboreh. Ada namanya bawang merah, adanya kapur, minyak kayu putih, lalu minumannya ada sereh, semua rempah-rempah itu ada," paparnya.

Sampai sekarang, di Sumenep masih ada pengobatan ala kraton. Cara pengobatan itu ditulis dalam buku dengan tulisan Arab gundul.

"Pihak asing sangat menginginkan buku ini. Karena itu majelis adat kerajaan Nusantara ini sangat menginginkan bisa mengangkat ethno wellness Nusantara ini agar terkenal di seluruh dunia," jelasnya.

Karena, sambungnya, di sana lah kita punya budaya kesehatan yang turun temurun. 

Misalnya dulu dikenal adanya tabib. Ketika sakit, ada pemijatan yang bisa membuat mereka yang sakit menjadi bugar.

Bunda Yani mengungkapkan bahwa setiap wilayah atau kerajaan budaya kesehatannya berbeda-beda. 

Misalnya di Keraton Sumenep, yang harus menjadi ahli pemijat adalah ajengan. 

"Ajengan di keraton itu harus turunan.  Yang jadi pemijat ini turun temurun. Karena dia ahlinya memijat untuk keluarga kerajaan. Hingga kemudian diturunkan ke masyarakat. Hingga sekarang tradisi ini masih ada," tutupnya.

Ismail

Daerah