Skip to main content
x

Dengan 1,7 Juta Pekerja Spa, Indonesia Bisa jadi Kontributor Wisata Bidang Wellness Tourism

Dengan jumlah 1,7 juta pekerja di bidang wellness tourism, maka perlu didorong, Indonesia menjadi salah satu kontributor dari aspek pariwisata.

Sehingga diperlukan aksi Nasional dalam rangka percepatan wellness tourism ini 

Hal tersebut diungkapkan Arya Galih Anindita dari Kementerian Pariwisata seperti dikutip akun YouTube IWTIF pada Jumat (29/8/2025).

Wellness Tourism yang sering bersama motivasinya menghindari penyakit, stres, mengelola dari lingkungan yang buruk, sifatnya pro aktif dan berbeda dengan wisata medis.

"Kita betul-betul memberikan  delineasi yang kuat antara medis dan wellness tourism," ujar Arya.

Meski demikian, lanjut Arya, kedua produk antara wellness tourism dan medical tourism  bisa dikombinasikan tetapi sebetulnya tujuannya sangat berbeda.

Wellness Tourism merupakan perjalanan yang diasosiasikan dengan upaya untuk mempertahankan atau memperkuat kualitas hidup.

"Baik itu kebahagiaan, kepuasan, tingkat stres yang rendah, serta kesehatan fisik dan mental," jelasnya.

Karena definisi tersebut, pihaknya menjabarkan kepada cakupan aktivitasnya 

"Kami  menyadari bahwa wellness tourism ini cakupannya sangat luas, yang sudah sangat populer  diantara kita semua memang spa and beauty itu sudah sangat kuat," ujarnya.

Namun demikian,  akhirnya pihaknya juga menyadari bahwa ada aspek atau ada jenis-jenis atraksi lain yang juga terlibat atau menjadi bagian dari wellness tourism.

"Beberapa diantaranya adalah misalnya makanan lokal atau local food  berkualitas. kemudian penawaran budaya,  pengalaman lokal yang menarik ada akomodasi premium," tandasnya.

 

 

Daerah