Skip to main content
x

Cara Menghilangkan Bau Keringat dari Tubuh dengan Praktik Etnaprana Batimuh

JEJAKVIRAL - Etnis Dayak tidak hanya ada di  Kalimantan Timur, tapi juga ada di Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan juga Kalimantan Barat. 

Bahkan suku Dayak juga tak sedikit tinggal sampai ke negara tetangga Malaysia.

Dan suku Dayak ini memiliki tradisi dan budaya yang memang sangat unik dan terkenal hingga penjuru dunia.

Suku Dayak juga memiliki tradisi kesehatan yang disebut dengan spa Dayak atau Etnaprana Batimuh.

Ada beberapa literatur yang sudah mendokumentasikan spa Dayak yang dikenal secara umum menggunakan usapan dan  gerak pada permukaan tubuh dan mengaplikasikan semacam lulur dengan cara menggosok.

Sedangkan, tradisi etna Dayak Betimuh yaitu penguapan  di bawah suhu cairan yang dikenal dengan mandi uap.

Kemudian yang terakhir adalah Bapapai, gentong air berisi rempah dan bunga yang dimandikan untuk seseorang.

Apa bedanya dengan Batimung Banjar? 

Memang mirip. Tapi secara filosofi, Batimung dalam bahasa Banjar  dalam bahasa Dayak Batimuh.

"Kata yang sama cuma berbeda saja. Itu terinspirasi dari cerita Putri Junjung Buih, anak dari kepala suku Dayak yang muncul dari segumpal buih di atas sungai.Kecantikannya mempesona seorang pria Banjar  bernama Lambung Mangkurat yang saat itu sedang melakoni Tapa Brata," papar Dr dr Swandari Paramita dari Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Jumat (13/5/2025). 

Dari cerita ini ada kegiatan Batimuh  dalam bahasa Dayak atau Batimung dalam bahasa Banjar.

 Karena memang  asal filosofinya adalah terkait dengan dua etnis ini yang menjadi tradisi untuk merawat tubuh, mereka sekaligus menghilangkan aroma tidak sedap yang menguat.

Tradisi Ini juga masih sering dilakukan sebelum melangsungkan pernikahan.

Baik Batimuh atau Batimung memiliki arti membuang keringat dari badan dengan cara diasapi dan tambahkan ramuan alami.

"Jadi tujuannya agar nanti pengantin pada saat bersanding di pelaminan tidak keluar bau keringat, tapi  menjadi  harum yang menambah pesona," terang Dr dr Swandari Paramita.

Dikatakannya, yang membedakan antara  batimuh dan batimung adalah komposisi tumbuhan, bunga-bungaan, rempah-rempah yang dipakai dari kedua etnis.

Kalau dari Banjar mereka cenderung menggunakan bahan-bahan yang ditanam di pekarangan rumah. 

Sementara untuk etnis Dayak mereka menggunakan tumbuhan yang diambil dari hutan yang ada di sekitarnya.

"Ini  menunjukkan perbedaan lokasi tempat tinggal kedua etnis tersebut Kalau etnis Banjar itu banyak berdiam di daerah perkotaan. Sementara untuk yang etnis Dayak kebanyakan tinggal di daerah pedalaman," tandasnya.

Proses Batimung sama dengan yang di Banjar yang pertama adalah meramu yaitu mencari ramuan berupa daun-daun bunga-bungaan dan rempah-rempah.