Bukan dari Eropa, Ini 3 Kasta Daging Sapi Tertinggi yang jadi Bahan Steak Premium dan Mewah
JEJAKVIRAL - Menikmati steak premium bukan lagi sekadar tentang cara menghargai kualitas bahan baku dan ketepatan dalam teknik memasak.
Kemewahan kuliner yang berasal dari kawasan Skandinavia ini dibuat melalui proses yang panjang dan sangat di luar nalar.
Selain pemilihan potongan daging yang tepat dan pengolahan yang benar, menikmati sepotong steak daging sapi mewah bisa dibilang bagian dari sebuah ritual.
Steak premium disebut sebagai sebuah karya seni yang menghadirkan sajian resto bintang lima di atas meja makan yang serba wah.
Bagi para pencinta kuliner gastronomi mencintai steak bukan hanya utuk pemenuhan kebutuhan biologis semata, tapi sebagai apresiasi dari dedikasi bagi para peternak sapi secara turun-temurun.
Ya, steak premium memang sangat mahal karena mulai dari pengolahan dagingnya sangat detail.
Untuk mendapatkan daging yang ideal harus melalui teknik pemotongan yang presisi, serta pematangan (aging) yang bisa memakan waktu berbulan-bulan.
Dirangkum dari berbagai sumber, sepotong daging dihargai hingga belasan juta rupiah, steak menjadi hidangan paling eksklusif di dunia hingga terdapat kasta.
Kasta tertinggi daging sapi mewah di dunia ditentukan oleh orisinalitas, garis keturunan (lineage) sapi, serta standar ketat perawatannya.
Berikut adalah jajaran daging sapi paling prestisius di dunia:
Pertama, A5 Kobe Beef (Jepang): Mahakarya kuliner tertinggi dari prefektur Hyogo, Jepang.
Sapi Tajima murni dipelihara dengan standar yang sangat ketat dan rahasia.
Daging ini terkenal dengan marbling (pola lemak) seputih salju yang sangat padat.
Lemak pada A5 Kobe memiliki titik leleh yang sangat rendah (sekitar 25°C), membuatnya benar-benar meleleh di dalam mulut seperti mentega hangat.
Kedua, Matsusaka & Omi Beef (Jepang).
Sering kali bersaing ketat dengan Kobe. Sapi Matsusaka (sapi betina perawan) terkenal diberi minum bir untuk merangsang nafsu makan dan dipijat secara teratur agar sirkulasi darahnya lancar.
Sehingga, sapi ini bisa menghasilkan tekstur daging yang luar biasa lembut dengan aroma manis yang samar.
Ketiga, Fullblood Wagyu (Australia & AS).
Menggunakan genetika sapi Jepang murni yang dibesarkan di luar Jepang.
Dengan Pola makan biji-bijian (grain-fed) selama lebih dari 300 hingga 500 hari, Wagyu Australia kelas atas (MB 9+) menawarkan rasa gurih (beefy) yang lebih pekat namun tetap mempertahankan kelembutan tekstur Wagyu