Beda dengan Spa Massage, Medical Massage Dilakukan Terapis Berlisensi dan Fisioterapis dengan Rujukan Dokter
JEJAKVIRAL - Meski bukan langsung setelah latihan, Medical Massage disarankan untuk dilakukan antara 24 hingga 48 jam setelah berolahraga.
Waktu ini justru ideal untuk membantu
pemulihan otot, mengurangi ketegangan, mempercepat
sirkulasi darah, dan mencegah cedera akibat otot yang terlalu tegang.
Ini adalah langkah cerdas untuk menjaga performa tetap optimal tanpa mengorbankan kenyamanan tubuh.
Yang jadi pertanyaan adalah apakah medical massage sama dengan pijat relaksasi seperti di spa?
Berikut penjelasan yang dirangkum dari berbagai sumber.
Medical massage atau pijat medis merupakan teknik terapi fisik yang berfokus pada penyembuhan kondisi medis tertentu yang telah didiagnosis oleh tenaga kesehatan.
Sementara pijat relaksasi di spa, terapi ini dirancang secara klinis untuk mengatasi nyeri, memulihkan cidera, serta meningkatkan fungsi mobilitas tubuh pasien.
Dikutip dari Integrative Healthcare, pijat medis dilakukan oleh terapis pijat berlisensi yang bekerja sama dengan dokter atau fisioterapis.
Berbeda dengan massage biasa, medical massage tak sekadar memberikan kenyamanan, melainkan memanipulasi jaringan lunak—seperti otot, tendon, ligamen, dan jaringan ikat—untuk menyelesaikan akar masalah kesehatan.
Perbedaan Medical Massage vs Pijat Tradisional
Medical Massage:
Pertama, mengobati keluhan medis pasien secara spesifik.
Kedua, memiliki target area seperti
otot/jaringan spesifik yang bermasalah
Ketiga, dilakukan oleh terapis berlisensi dengan rujukan medis.
Keempat, evaluasi penanganannya berdasarkan diagnosis klinis dokter
Sementara Pijat Tradisional / Relaksasi:
Pertama, tujuan utamanya relaksasi dan pengurangan stres.
Kedua, aplikasi dari spa massage tertuju pada seluruh bagi tubuh secara umum.
Ketiga, terapis spa atau pemijat biasanya tradisional, tapi sudah banyak juga yang bersertifikasi.
Keempat, evaluasi berdasarkan keinginan kenyamanan pasien.