Batangeh Dimulai Ketika Masyarakat Minang Menanam Tumbuhan Obat di Sekitar Rumah Gadang
JEJAKVIRAL -Batangeh merupakan salah satu etnaprana nusantara (ETNA) yang berasal dari Sumatera Barat.
Tradisi kesehatan dan kebugaran masyarakat Minang ini tak lepas dari kebiasaan mereka menanam tumbuhan di lingkungan rumah yang bermanfaat bagi kesehatan.
Guru Besar di Universitas Andalas, Prof Amri Bachtiar seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Kamis (14/8/2025) mengungkapkan, tradisi adat Minangkabau Batangeh ini ketika sudah terbentuk pemukiman-pemukiman yang disebut Koto.
Ketika sudah ada rumah gadang bagus bagus di sekeliling rumah itu sudah ada pola-pola tanaman pekarangan dari berbagai jenis tanaman, berbagai jenis tumbuhan dengan berbagai manfaat untuk kesehatan dan kebutuhan dapur.
Nah, di bagian rumah gadang, ada namanya anjuang. Letaknya di paling ujung dan bagian rumahnya itu lebih tinggi dari bagian yang lain.
"Di sekeliling rumah gadang, baik itu di bagian depan, belakang, samping dan di sebagainya itu ditanam dengan berbagai tanaman-tanaman. Terutama tanaman-tanaman yang mengeluarkan aroma dan bermanfaat sebagai obat," ungkap Prof Amri.
Berikut beberapa jenis tanaman obat yang biasa ditanam oleh masyarakat adat Minangkabau:
Pertama adalah bunga Culan yang berwarna kuning dan mengeluarkan bau harum. Bunga Culan ini sering diletakkan di rambut. Dimanfaatkan sebagai sanggul biasanya.
Bunga Culan ini ditanam di anjuang paling ujung. Ada tempat-tempat tertentu untuk menanam tumbuh-tumbuhan ini.
Kedua, Inai, Piladang Hitam dan Sidingin. Tanaman-tanaman ini umumnya itu ditanam di dekat tangga.
Namun ketiga tanaman ini tidak mengeluarkan aroma harum. Umumnya ini digunakan untuk obat-obatan.
"Sehingga ketika ada yang sakit dan sebagainya mereka tidak terlampau jauh untuk mencari bahan-bahan yang dapat digunakan untuk obat," papar Prof Amri.
Menurutnya, tanaman Inai, Piladang Hitam dan Sidingin ini dimanfaatkan untuk menurunkan panas dan demam. Biasanya Sidingin ditempelkan ke kepala.
Ketiga, bunga melati. Sama seperti bunga culan yang diletakkan di Anjuang atau paling ujung, maka bunga melati ditanam di bawah jendela.
Dengan demikian aroma melati itu pada sore atau pagi hari ini akan masuk ke dalam rumah sehingga akan harumnya bisa menyegarkan bagi penghuninya.
Keempat, bunga Cempaka. Kalau nama Minangkabau bunga Cimpago Langgo dan Dalimo Angso .
Bunga Cempaka itu ditanam di depan anjuang. Kalau pohon buah delima di belakang anjuang. Pohon delima ini selain sebagai obat juga buah-buahan.
Kelima, bunga bango atau Kenanga. Biasanya ditanam di sekitar rumah.
Bunga-bungaan ini bermanfaat dan menyegarkan sebagai aromaterapi.
Keenam, bunga rayo atau kembang sepatu dan pandan. Kedua tanaman itu ditanam di jalan ke tapian.
"Tapian itu sumur. Kalau kita sumur.
Tapi biasanya di rumah gadang ini beberapa puluh meter ada sumur dan tempat mandi," tambah Prof Amri.
Jadi di sepanjang jalan itu ditanam berbagai tanaman. Termasuk bunga rayo atau kembang sepatu dan pandan.
"Kalau berbunga bisa buat cendol, kue dan sebagainya. Pulang dari sumur dari tapian itu sumur tempat mandi nah maka bisa langsung di ambil tanamannya," kata Prof Amri.
Ketujuh, tanaman rempah. Beberapa tanaman di situ berupa serai dapur, salam belimbing, mangkokan (Tapak Leman).
"Kalau kita menggulai kalau untuk tempe nah itu wajib pakai tapak leman. Daun salam juga begitu," tandas Prof Amri.