Skip to main content
x

Awas! di Luar Negeri Banyak Terapi Stemcell Abal-abal, Masih Bagus di Indonesia

JEJAKVIRAL - Terapi Stemcell atau Integrated Regenerative Medicine saat ini sedang  trend buat orang-orang tua yang ingin tetap tampil bugar dan sehat.

Disebut sedang trend karena  populasi orang-orang tua meningkat di seluruh dunia, termasuk Jakarta.

Yang disebut populasi tua ini berdasarkan data dan riset adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun.

Namun, ternyata tua itu tak sekadar umur. Justru banyak yang sudah tua padahal usianya masih muda.

Generasi Z atau yang diplesetkan menjadi generasi jompo karena di usia muda sudah mengalami sakit-sakitan seperti orang yang sudah uzur.

Maka dari sinilah terapi stemcell bisa menjadi engine ekonomi dalam dunia kesehatan di tanah air.

"Kita lihat di Thailand menawarkan Stemcell, Singapura, Malaysia, China Taiwan bahkan Ukraina semuanya menawarkan Stemcell," papar dr  Sandy Qlintang M.Biomed, President Director Kalbe Regenic Stemcell di acara FGD II pekan lalu.

Dia menceritakan saat bertemu seorang Datuk  dari Malaysia yang masih dalam  keluarga Kerajaan Malaysia mencari Stemcell untuk orangtuanya.

"Dia nyari-nyari Stemcell  di Google semuanya tidak ada satupun di Indonesia. Jadi dia ke Taiwan," ujarnya .

Namun, di sana dia ketemu sama teman dokter di Indonesia dan menawarkan bahwa untuk terapi Stemcell bisa datang ke Indonesia.

"Lalu dia datang kunjungan ke Indonesia. Dia lihat Stemcell yang ada di Semarang  Surabaya. Akhirnya dia datang dan menggunakan Stemcell Kalbe Farma," ujarnya 

Tak hanya itu, lanjut dr Sandy, si Datuk juga meminta  secretomenya dibawa ke Malaysia.

"Dia bilang untuk suntik papanya. Ternyata hasilnya bagus," kata dr Sandy.

Tak hanya itu, si Datuk juga mengajak berkolaborasi Stemcell untuk dibawa  ke Malaysia.

"Dia mengatakan bahwa tujuan dibawa ke Malaysia untuk  jalur pendidikan. Saya bilang ini bagus juga,  boleh juga. Tapi saya bilang boleh enggak Kalau orang Malaysia datang ke Indonesia untuk stemcell, you jadi brokernya aja," ungkapnya.

Sayangnya, lanjut dr Sandy,  banyak orang-orang kita justru membawa orang-orang Indonesia ke luar negeri untuk Stemcell.

"Contoh kemarin saya ketemu sama salah satu petinggi dari salah satu bank swasta. Dia bilang  ditawarkan Stemcell di Thailand. Saya bilang tunggu pak saya akan lihat dulu Stemcell  di Thailand," ucapnya.

dr Sandy pun pergi bersama petinggi bank swasta itu ke Thailand. Di sana dia bertemu seorang  dokter gigi asal Indonesia.

"Singkat cerita, ternyata yang menawarkan itu bukan dokter, tapi seorang fisioterapi. Dan Stemcell yang dibuat di kliniknya  ternyata dari Jerman," jelasnya.

dr Sandy pun menyarankan ke petinggi bank swasta itu  jangan coba-coba pakai Stemcell dari  luar negeri 

Karena, menurutnya, banyak juga  Stemcell abal-abal. Apalagi di Thailand terapi Stemcell pakai bahasa Inggris, pakai bahasa Ukraine.

"Kayaknya orang Indonesia tuh suka terpengaruh dengan bahasa asing ketimbang  bahasa Indonesia. Mungkin nanti saya bisa lihat bagaimana kalau pakai bahasa Sansekerta. Keren itu tulisannya pakai bahasa Sansekerta," tandasnya.

 

 

Daerah